Sari, Indah Putri (2015) HUBUNGAN ANTARA RESILIENSI DENGAN KESEPIAN (LONELINESS) PADA DEWASA MUDA LAJANG DAN TINJAUANNYA DALAM ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
|
Text
COVER.pdf Download (7kB) |
|
|
Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf Download (454kB) |
|
|
Text
LEMBAR PERNYATAAN.pdf Download (377kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (85kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (121kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (166kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (99kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (294kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (286kB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (290kB) |
|
|
Text
BAB 6.pdf Restricted to Registered users only Download (24kB) |
Abstract
Masa dewasa muda merupakan proses untuk membentuk suatu keluarga, mendapatkan pekerjaan, dan memilih teman. Tahap perkembangan yang akan dilalui dewasa muda yaitu intimacy vs isolation. Apabila individu belum dapat menjalin hubungan interpersonal dengan orang lain, maka ia akan mengalami perasaan terisolasi. Oleh karena itu, dewasa muda lajang yang belum memiliki pasangan dianggap sudah memasuki usia kritis dan memiliki risiko mengalami depresi serta kesepian. Kesepian merupakan emosi negatif yang muncul karena adanya kesenjangan hubungan sosial antara yang diharapkan dengan kenyataan yang ada. Oleh karena itu, individu membutuhkan peran resiliensi. Resiliensi merupakan kualitas pribadi yang memungkinkan seseorang bangkit ketika menghadapi kesulitan. Konsep resiliensi senada dengan konsep tawakal, yaitu berserah diri kepada Allah SWT atas segala yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dengan kesepian (loneliness) pada dewasa muda lajang serta tinjauannya dalam Islam. Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah memberikan informasi terkait cara mengatasi kesepian pada dewasa muda lajang. Subjek penelitian berjumlah 200 orang di Jakarta dengan rentang usia 22–33 tahun. Pengukuran menggunakan adaptasi alat ukur CD-RISC dan Loneliness Scale. Berdasarkan uji korelasi, ditemukan hasil r = -0,324 dan p = 0,000 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan dan bersifat negatif. Artinya, apabila resiliensi pada individu dewasa muda lajang rendah, maka kesepian yang dirasakan akan tinggi, dan sebaliknya, apabila resiliensi tinggi maka kesepian rendah. Resiliensi memiliki kontribusi dalam menurunkan kesepian sebesar 10,5%. Dengan demikian, untuk mengatasi kesepian, individu membutuhkan kemampuan resiliensi seperti percaya pada diri sendiri dan membangun interaksi sosial yang baik.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-75-PSI |
| Uncontrolled Keywords: | dewasa muda, lajang, resiliensi, kesepian |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HS Societies secret benevolent etc |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 27 Jan 2026 07:38 |
| Last Modified: | 27 Jan 2026 07:38 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/14950 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
