Search for collections on Universitas YARSI Repository

TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI MENGENAI PENGGUNAAN HUMAN DIPLOID CELL DALAM PROSES PRODUKSI VAKSIN POLIO DAN TINJAUANNYA MENURUT PANDANGAN ISLAM

NUGROHO, WAHYU FITRAH DARWANTO (2019) TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI MENGENAI PENGGUNAAN HUMAN DIPLOID CELL DALAM PROSES PRODUKSI VAKSIN POLIO DAN TINJAUANNYA MENURUT PANDANGAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.

[img]
Preview
Text
01. COVER.pdf

Download (32kB) | Preview
[img]
Preview
Text
02. HALAMAN PENGESAHAN.pdf

Download (104kB) | Preview
[img]
Preview
Text
04. ABSTRAK.pdf

Download (30kB) | Preview
[img]
Preview
Text
09. BAB I.pdf

Download (52kB) | Preview
[img] Text
10. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (184kB)
[img] Text
11. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (79kB)
[img] Text
12. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (151kB)
[img] Text
13. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (217kB)
[img] Text
13. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (217kB)
[img] Text
14. BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (25kB)
[img]
Preview
Text
15. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (52kB) | Preview

Abstract

Latar Belakang : Vaksin merupakan suspensi mikroorganisme yang dilemahkan atau dimatikan, atau protein antikgenik dari berbagai organisme tadi yang diberikan untuk mencegah, meringankan, atau mengobati penyakit-penyakit menular. Vaksin pertama kali tercatat pada tahun 1769, yang dipublikasikan oleh Edward Jenner, yaitu specimen yang berasal dari lesi lengan seseorang yang terinfeksi Cowpox. Human Diploid Cells (HDC) merupakan salah satu sel yang digunakan untuk mengkultur virus yang akan dijadikan vaksin. HDC yang berasal dari aborsi manusia ini banyak digunakan untuk mengkultur virus Polio IPV dan OPV, Rabies, Rubella, Measles, Varicella-Zooster, dan Hepatitis A. Vaksin polio merupakan vaksin yang diwajibkan pada anak yang dijadwalkan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang dibagi menjadi dua jenis, IPV (Inactivated Polio Vaccine) dan OPV (Oral Polio Vaccine). Metode : Jenis Penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional menggunakan kuesioner. Populasi yang digunakan adalah mahasisa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI tahun pertama dan tahun ketiga yang memenuhi syarat. Cara pemilihan sampel dengan simple random sampling. Hasil : Penelitian yang dilaksanakan selama 3 hari dengan menggunakan kuesioner, dari 100 responden didapatkan persentase jumlah kuesioner Pengetahuan mengenai Human Diploid Cell berdasarkan Tingkat Pendidikan didapatkan pengetahuan baik sebanyak 5% pada tahun ketiga dan 7% pada tahun pertama. Pengetahuan cukup sebanyak 23% pada tingkat ketiga dan 28% pada tahun pertama. Pengetahuan kurang sebanyak 9% pada tingkat ketiga dan 28% pada tahun pertama. Persentase jumlah kuesioner Pengetahuan mengenai Polio berdasarkan Tingkat Pendidikan didapatkan pengetahuan baik sebanyak 15% pada tahun ketiga dan 19% pada tahun pertama. Pengetahuan cukup sebanyak 18% pada tingkat ketiga dan 31% pada tahun pertama. Pengetahuan kurang sebanyak 4% pada tingkat ketiga dan 13% pada tahun pertama. Simpulan : Tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan mengenai Human Diploid Cell dalam vaksin Polio. Dalam pandangan Islam, penggunaan vaksin Polio hukumnya mubah karena prinsip Dharuriyat bertujuan untuk mempertahankan nyawa atau Hifdz an-nafs anak dari ancaman penyakit.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: S-6609-FK
Uncontrolled Keywords: Human Diploid Cell, Vaksin Polio, Pengetahuan.
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Q Science > QP Physiology
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Depositing User: Unnamed user with email admin@yarsi.ac.id
Date Deposited: 14 Sep 2022 04:51
Last Modified: 14 Sep 2022 04:51
URI: http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/9792

Actions (login required)

View Item View Item