Search for collections on Universitas YARSI Repository

EFEKTIVITAS GRAFT MUKOSA BUCCAL DALAM MENGATASI PENYAKIT PEYRONIE DITINJAU DARI SUDUT KEDOKTERAN DAN ISLAM

PUTRI, SELVIRA SHITTA MARGA (2017) EFEKTIVITAS GRAFT MUKOSA BUCCAL DALAM MENGATASI PENYAKIT PEYRONIE DITINJAU DARI SUDUT KEDOKTERAN DAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.

[img]
Preview
Text
1. cover.pdf

Download (26kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. abstrak only.pdf

Download (87kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. Lembar Persetujuan.pdf

Download (84kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. BAB I.pdf

Download (99kB) | Preview
[img] Text
8. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (330kB)
[img] Text
9. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (449kB)
[img] Text
10. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (89kB)
[img] Text
11. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (90kB)
[img]
Preview
Text
12. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (225kB) | Preview

Abstract

Penyakit Peyronie adalah kondisi dimana pada penis yang ditandai dengan jaringan fibrosis pada tunica albuginea, yang dapat disertai dengan nyeri, deformitas, disfungsi ereksi, dan kecacatan. Prevalensi Penyakit Peyronie di dunia diperkirakan sampai ke angka 15% dari total populasi penduduk dunia dan data terbaru pada tahun 2016 menunjukkan bahwa, di Amerika Serikat, prevalensi kejadian penyakit Peyronie pada pria mencapai 0.5%, sekitar 1 di antara 200 pria atau 1,4 juta orang di Amerika Serikat. Penyebab penyakit Peyronie masih belum jelas diketahui, namun hipotesis terkuat adalah terjadinya mikrotrauma berulang. Jika tatalaksana konvensional gagal mengatasi penyakit ini, maka tindakan bedah berupa graft mukosa buccal diperlukan. Tujuan umum penulisan skripsi ini untuk mengetahui tentang efektivitas terapi graft mukosa buccal dalam mengatasi penyakit Peyronie. Penyakit Peyronie terjadi karena mikrotrauma berulang yang menyebabkan terbentuknya plak di tunica albuginea penis. Plak ini secara langsung akan memicu respon penyembuhan yang bila terjadi tidak sempurna, akan menyebabkan kecacatan berupa jaringan parut yang menimbulkan kurvatura penis. Pada penyakit Peyronie stadium akut, terkadang medikamentosa saja sudah cukup untuk mengatasinya. Namun pada stadium kronis, tindakan berupa medikamentosa tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Tindakan bedah berupa graft mukosa buccal ditujukan kepada penderita yang gagal menjalani terapi medikamentosa. Dalam terapi graft mukosa buccal, dilakukan insisi secara hati-hati dipersiapkan di segala sisi, mempertahankan jaringan erektil. Setelah diinsisi, cangkok mukosa bukal diaplikasikan menutupi defek albuginea dengan bagian permukaan submukosanya berkontak dengan jaringan kavernosa untuk mendapatkan suplai pendarahan cepat dan kemudian dijahit di tiap empat sisi graft. Prosedur ini aman dan efektif dalam mengembalikan fungsi ereksi normal dan juga estetika. Menurut pandangan Islam, terapi graft mukosa buccal sesuai dengan anjuran berobat. Prosedur ini tidak menggunakan bahan yang haram, dan cenderung memperbaiki kecacatan fungsi yang ditimbulkan penyakit ini seperti kemandulan. Prosedur ini juga sangat banyak manfaatnya dibandingkan mudharatnya. Simpulan dari penulisan skripsi ini bahwa penggunaan terapi graft mukosa buccal efektif untuk mengatasi penyakit Peyronie. Menurut pandangan Islam, terapi ini juga sesuai dengan ajaran agama Islam dan anjuran berobat. Kata Kunci : Penyakit Peyronie, Graft, Mukosa buccal

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: S-6287-FK
Subjects: L Education > L Education (General)
R Medicine > R Medicine (General)
Depositing User: Unnamed user with email admin@yarsi.ac.id
Date Deposited: 09 Feb 2021 02:26
Last Modified: 09 Apr 2021 06:12
URI: http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/4582

Actions (login required)

View Item View Item