Search for collections on Universitas YARSI Repository

DEMENSIA PADA PASIEN EPILEPSI YANG MENGGUNAKAN TERAPI BENZODIAZEPIN DITINJAU DARI KEDOKTERAN DAN ISLAM

Roza, Silvia Okta (2014) DEMENSIA PADA PASIEN EPILEPSI YANG MENGGUNAKAN TERAPI BENZODIAZEPIN DITINJAU DARI KEDOKTERAN DAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.

[thumbnail of S 4687 FK_COVER.pdf]
Preview
Text
S 4687 FK_COVER.pdf

Download (43kB) | Preview
[thumbnail of S 4687 FK_SURAT PERSETUJUAN.pdf]
Preview
Text
S 4687 FK_SURAT PERSETUJUAN.pdf

Download (178kB) | Preview
[thumbnail of S 4687 FK_ABSTRAK.pdf]
Preview
Text
S 4687 FK_ABSTRAK.pdf

Download (57kB) | Preview
[thumbnail of S 4687 FK_BAB 1.pdf]
Preview
Text
S 4687 FK_BAB 1.pdf

Download (93kB) | Preview
[thumbnail of S 4687 FK_DAFTAR PUSTAKA.pdf]
Preview
Text
S 4687 FK_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (42kB) | Preview
[thumbnail of S 4687 FK_BAB 2.pdf] Text
S 4687 FK_BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (105kB)
[thumbnail of S 4687 FK_BAB 3.pdf] Text
S 4687 FK_BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (504kB)
[thumbnail of S 4687 FK_BAB 4.pdf] Text
S 4687 FK_BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (71kB)
[thumbnail of S 4687 FK_BAB 5.pdf] Text
S 4687 FK_BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (61kB)

Abstract

Epilepsi merupakan suatu kelainan kronik yang ditandai dengan kejang yang berulang, kejang yang ditimbulkan dapat berupa gangguan perhatian atau gangguan otot. Epilepsi sendiri dapat terjadi karena adanya cidera kepala, stroke, tumor otak, dan pengaruh genetik yang menyebabkan mutasi. Benzodiazepin merupakan salah satu obat yang bekerja pada sistem saraf pusat, bersifat hipnotik dan sedatif. Selain berguna sebagai ansietas juga bermanfaat sebagai antikonvulsi atau anti kejang sehingga sering digunakan sebagai pengobatan epilepsi. Penggunaan golongan ini terutama secara oral dalam jangka panjang akan memberikan efek gangguan memori, gangguan konsentrasi, gangguan keterampilan visiospatial, penurunan kecerdasan umum, penurunan kecepatan non-verbal dan psikomotor. Semua efek samping tersebut mengarah pada kejadian demensia pada pasien epilepsi yang menggunakan terapi benzodiazepin. Resiko terjadinya demensia lebih tinggi pada orang tua mulai dari usia 65 tahun yang menggunakan benzodiazepin secara berkepanjangan, sehingga penggunaan benzodiazepin pada orang tua harus dipertimbangkan jangka pemakaian dan dosisnya serta diperhatikan perkembanganya. Menurut pandangan Islam menjelaskan bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya. Dalam hal ini, pengobatan epilepsi dengan obat golongan benzodiazepin pada dasarnya diperbolehkan. Akan tetapi dengan ditemukanya fakta dari berbagai penelitian tentang efek yang ditimbulkan oleh obat-obat golongan benzoadiazepin dapat menimbulkan gangguan pada neotransmiter yang berperan dalam kemampuan emosional. Gejala yang dihasilkan ini merupakan bagian dari demensia. maka pengobatan tersebut tidak diperbolehkan dalam islam karena akan mendatangkan kemudharatan nantinya sehingga harus ditinggalkan. Sehingga perlu dicari alternatif pengobatan lain yang memiliki manfaat dan mudharat yang lebih sedikit dibandingkan dengan penggunaan obat-obat golongan benzodiazepin. Saran untuk para ilmuwan, dokter, dokter spesialis dan ulama untuk untuk terus melakukan penelitian nya agar nantinya dapat berguna bagi banyak.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: S-4687-FK
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
L Education > L Education (General)
R Medicine > RC Internal medicine > RC0321 Neuroscience. Biological psychiatry. Neuropsychiatry
R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Chemistry
Depositing User: Mr. Administrator System Admin
Date Deposited: 09 Feb 2021 02:24
Last Modified: 26 Jun 2026 06:50
URI: http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/3958

Actions (login required)

View Item View Item