Azmi, Azmi (2014) PEMBERIAN HEPARIN SUBKUTAN DAN INTRAVENA TERHADAP STUDI KOAGULASI DAN D-DIMER PADA PASIEN ICU DENGAN TROMBOSIS VENA DITINJAU DARI KEDOKTERAN DAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
Preview |
Text
COVER--1102006054.pdf Download (31kB) | Preview |
Preview |
Text
ABSTRAK--1102006054.pdf Download (32kB) | Preview |
Preview |
Text
BAB 1--1102006054.pdf Download (84kB) | Preview |
Preview |
Text
DAFTAR PUSTAKA--1102006054.pdf Download (116kB) | Preview |
![]() |
Text
BAB 2--1102006054.pdf Restricted to Registered users only Download (163kB) |
![]() |
Text
BAB 3--1102006054.pdf Restricted to Registered users only Download (245kB) |
![]() |
Text
BAB 4--1102006054.pdf Restricted to Registered users only Download (48kB) |
![]() |
Text
BAB 5--1102006054.pdf Restricted to Registered users only Download (117kB) |
Abstract
Trombosis vena atau tromboemboli vena merupakan salah satu penyebab sakit dan kematian yang banyak terjadi. Tromboemboli vena merupakan penyakit vaskular yang umum dengan gejala yang biasanya tidak disadari. Tromboliemboli vena ditandai dengan adanya bekuan darah (trombus) maupun adanya bekuan darah yang melayang�layang dan ikut aliran darah (embolus) di pembuluh vena dan mengakibatkan sumbatan aliran darah. D-dimer merupakan tes darah yang digunakan sebagai tes penyaringan (screening) untuk menentukan apakah ada bekuan darah. D- dimer adalah zat kimia yang dihasilkan ketika bekuan darah dalam tubuh secara berangsur-angsur larut/terurai. Tes digunakan sebagai indikator positif atau negatif. Jika hasilnya negatif, maka tidak ada bekuan darah. Jika tes D-dimer positif, bukan berarti bahwa terjadi trombosis vena dalam, karena banyak kasus-kasus lain mempunyai hasil positif (kehamilan, infeksi,malignansi). Oleh sebab itu, pengujian D-dimer harus digunakan sebagai sarana skrining. Heparin merupakan campuran heterogen dari sulfat mukopolisakarida. Awalnya dipakai dalam transfusi darah untuk mencegah pembekuan darah. Heparin dipakai dalam operasi jantung terbuka untuk mencegah pembekuan darah dan pada pasien gawat darurat yang menderita koagulasi intravaskuler diseminata (DIC). Fungsi utamanya adalah untuk mencegah trombosis vena yang bisa menimbulkan emboli paru. Menurut pandangan Islam bahwa pemberian heparin subkutan dan intravena terhadap studi koagulasi dan d-dimer pada pasien icu dengan trombosis vena adalah memasukkan cairan ke dalam tubuh dengan alat bantu jarum. Pandangan Islam mengenai suntik baik itu secara subkutan maupun intravena sebenarnya diperbolehkan selama bahan atau obat yang dimasukan merupakan bahan yang halal yaitu tidak mengandung bahan-bahan yang diharamkan seperti bahan yang berasal dari organ manusia, darah, dan kotoran-kotoran. Adapun ketika dalam keadaan darurat, maka hukumnya tersendiri, yaitu Halal.
Item Type: | Thesis (Diploma) |
---|---|
Additional Information: | S-4602-FK |
Uncontrolled Keywords: | tromboemboli vena, penyakit vaskular, embolus. |
Subjects: | L Education > L Education (General) R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RC Internal medicine R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
Date Deposited: | 09 Feb 2021 02:24 |
Last Modified: | 30 Jan 2025 03:33 |
URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/3882 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |