Darman, Winda Rahmah (2014) PENCITRAAN AURA SEBAGAI PENUNJANG DIAGNOSTIK INDIGO DITINJAU DARI KEDOKTERAN DAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
Preview |
Text
S 4418 FK_COVER.pdf Download (51kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4418 FK_LEMBAR PERSETUJUAN.pdf Download (105kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4418 FK_ABSTRAK.pdf Download (33kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4418 FK_BAB 1.pdf Download (29kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4418 FK_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (33kB) | Preview |
|
Text
S 4418 FK_BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (173kB) |
|
|
Text
S 4418 FK_BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (256kB) |
|
|
Text
S 4418 FK_BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (8kB) |
|
|
Text
S 4418 FK_BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (15kB) |
Abstract
Pencitraan aura adalah pencitraan yang merekam energi yang diproduksi oleh tubuh karena prosedur pengambilan pencitraan terebut. Aura adalah sesuatu yang halus, emanasi tak tampak atau pengeluaran. Para ahli mengatakan lebih dari 90% (di lain buku menyebutkan lebih dari 80%) dari anak-anak di bawah 12 tahun merupakan indigo, dan beberapa mengatakan walau dalam persentase yang tidak besar terdapat indigo dewasa. Saat ini penunjang diagnostik untuk indigo yang digunakan adalah pencitraan aura. Bagi Islam kejadian luar biasa bagian dari qudrat (kuasa) dan iradat (kehendak) Allah sebagai rabbul-‘alamin. Tujuan umum penulisan skripsi ini adalah mengetahui manfaat pencitraan aura sebagai penunjang diagnostik indigoditinjau dari segi kedokteran dan Islam. Tujuan khusus penulisan skripsi ini adalah mengetahui dan dapat menjelaskan tentang pencitraan aura apakah dapat digunakan sebagai alat skreening untuk orang-orang yang mempunyai kecenderungan indigo berdasarkan kedokteran. Serta mengetahui dan dapat menjelaskan tentang pandangan Islam mengenai pencitraan aura sebagai penunjang diagnostik indigo. Anak indigo adalah anak yang menunjukkan atau memiliki seperangkat atribut indra penglihatan yang baru dan luar biasa, yang hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu, serta menunjukkan sebuah perilaku yang pada umumnya tidak didokumentasikan sebelumnya. Anak indigo mempunyai aura berwarna indigo (nila). Aura manusia bisa dijelaskan sebagai sebuah radiasi yang halus atau emanasi yang mengelilingi setiap manusia dan masing-masing manusia. Pencitraan aura adalah pencitraan yang menggunakan metode biofeedback dengan sistem menggunakan sensor tangan sehingga dapat mengirimkan informasi mengenai aura yang berupa hasil data yang diproyeksikan sebagai radiasi warna aura yang mengelilingi tubuh pengguna ke dalam layar monitor komputer. Islam memperbolehkan pencitraan aura sebagai penunjang diagnostik indigo sebagai kemajuan teknologi dan ilmu kedokteran yang merupakan bukti tanda kebesaran Allah S.W.T. Kedokteran dan Islam sependapat dan tidak bertentangan dalam hal pencitraan aura sebagai penunjang diagnostik indigo. Saran kepada profesi dokter untuk terus belajar dan mengikuti perkembangan terbaru dalam bidang kedokteran terutama berkaitan dengan pemilihan penunjang diagnostik yang tepat, kepada para ulama agar terus memantau dan mengawasi metode penunjang diagnostik serta tindakan pengobatan yang terus berkembang saat ini agar praktek kedokteran tetap sesuai dengan kaidah agama dan menggunakan metode serta bahan pengobatan yang halal, serta kepada penyandang indigo agar tidak menyalahgunakan anugerah yang dimilikinya serta tidak menggunakan kemampuan khususnya untuk hal-hal yang negatif.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-4418-FK |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc L Education > L Education (General) R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions: | Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Chemistry |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 09 Feb 2021 02:24 |
| Last Modified: | 29 Apr 2026 08:46 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/3696 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
