Arifardi, Heru (2014) KEMATIAN PADA PENYAKIT EAGLE SYNDROME DITINJAU DARI ILMU FORENSIK DAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
Preview |
Text
S 4396 FK_COVER.pdf Download (80kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4396 FK_SURAT PERSETUJUAN.pdf Download (175kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4396 FK_ABSTRAK.pdf Download (59kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4396 FK_BAB 1.pdf Download (107kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4396 FK_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (74kB) | Preview |
|
Text
S 4396 FK_BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (428kB) |
|
|
Text
S 4396 FK_BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (432kB) |
|
|
Text
S 4396 FK_BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (60kB) |
|
|
Text
S 4396 FK_BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (56kB) |
Abstract
Eagle syndrome merupakan manifestasi gejala dari kompresi struktur regional dengan pemanjangan proses stiloid atau pengerasan dari membran stylohyoid. Eagle syndrome merupakan penyakit yang sulit didiagnosis dan dampak terburuk adalah kematian mendadak. Kematian mendadak akibat eagle syndrome sendiri disebabkan akibat iritasi mekanik dari sinus carotis oleh proses styloid yang memanjang dan mengakibatkan gagal jantung. Skripsi ini bertujuan untuk menambah pengetahuan diagnosa tentang kematian mendadak yang salah satunya bisa disebabkan oleh eagle syndrome. Skripsi ini juga bertujuan untuk menambah pengetahuan umat muslim dalam menghadapi dan mengambil hikmah dari kematian mendadak yang disebabkan oleh eagle syndrome. Penentuan penyebab kematian akibat eagle syndrome ini dilakukan kebanyakan melalui pembedahan mayat. Disebabkan proses kematian dari eagle syndrome merupakan akibat penekanan pemanjangan processus styloideus yang menekan sinus carotis sehingga menyebabkan kematian mendadak yang dimediasi oleh reflek vagal. Proses kematian ini tidak bisa dideteksi melalui gambar radiografi. Sehingga penentuan penyebab kematian dari penyakit eagle syndrome ini dengan cara autopsy. Dalam pandangan Islam, penyakit eagle syndrome dihadapi dengan ikhtiar dan tawakal dalam mencari pengobatannya karena penyakit ini sulit untuk didiagnosis oleh dokter. Hukum bedah mayat untuk keperluan penelitian Ilmu Kesehatan adalah wajib kifayah bagi umat muslim. Bedah mayat yang bertujuan untuk kepentingan penegakan hukum juga dibolehkan dalam Islam. Dan apabila manusia dihadapkan dengan kematian maka hendaklah manusia itu bersabar dan menerima takdir Allah swt. Kedokteran dan Islam sependapat bahwa kematian mendadak yang terjadi pada penyakit eagle syndrome berupa abnormalitas bentuk anatomi tubuh dan merupakan suatu karunia dari Allah bagi hamba-Nya yang sholeh dan bersabar. Tujuan Umum dari pembahasan judul tersebut diharapkan bagi dokter muslim dapat mendiagnosis eagle syndrome dengan baik dan benar. Bagi masyarakat dapat menambah pengetahuan tentang penyakit eagle syndrome dan bagaimana bersikap sebagai umat muslim dalam menghadapi penyakit tersebut dan dampaknya.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-4397-FK |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc L Education > L Education (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1001 Forensic Medicine. Medical jurisprudence. Legal medicine R Medicine > RB Pathology R Medicine > RC Internal medicine |
| Divisions: | Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Chemistry |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 09 Feb 2021 02:24 |
| Last Modified: | 26 Jun 2026 03:51 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/3675 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
