Nur Aini, Uliza (2014) RESIKO INFERTILITAS PASCA PEMBEDAHAN PADA PASIEN HERNIA INGUINALIS DITINJAU DARI SUDUT PANDANG KEDOKTERAN DAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
Preview |
Text
S 4395 FK_COVER.pdf Download (50kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4395 FK_SURAT PERSETUJUAN.pdf Download (124kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4395 FK_ABSTRAK.pdf Download (423kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4395 FK_BAB 1.pdf Download (84kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4395 FK_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (77kB) | Preview |
|
Text
S 4395 FK_BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (195kB) |
|
|
Text
S 4395 FK_BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (486kB) |
|
|
Text
S 4395 FK_BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (74kB) |
|
|
Text
S 4395 FK_BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (82kB) |
|
|
Text
S 4395 FK_LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (135kB) |
Abstract
Hernia inguinalis adalah hernia yang melalui anulus inguinalis internus atau lateralis menelusuri kanalis inguinalis dan keluar rongga abdomen melalui anulus inguinalis eksterna atau medialis. Tindakan bedah dilaporkan terdapat pasien dengan pasca operasi obstruktif azoospermia setelah dilakukan operasi hernia dengan implantasi mesh polypropylene. Penyebab keadaan tersebut adalah pasien memiliki riwayat Bilateral Herniorraphy dan pasien yang memiliki obstruksi vas Deferens yang diakibatkan oleh tindakan herniorafi yang dilakukan pada waktu kanak-kanak adalah yang sering ditemukan dalam kasus Seminal Tract Obstruction yang menyebabkan infertilitas. Infertilitas pada laki-laki adalah ketidaksuburan yang biasanya disebabkan karena tidak adanya produksi sperma pada kantung sperma. Pandangan agama Islam pembedahan pada pasien hernia inguinalis, bila tidak didapatkan resiko infertilitas, maka itu lebih baik karena dianggap lebih ringan mafsadatnya (infertilitas) bila dibandingkan mashlahatnya (sembuh). Namun, bila tindakan pembedahan menyebabkan mafsadat lebih besar (infertilitas) dibandingkan dengan mashlahahnya yang lebih kecil (sembuh) maka tindakan tersebut tidak diperbolehkan. Tetapi hal ini disesuaikan dengan kondisi, bila pasien tersebut sudah menikah dan memiliki keturunan (anak) maka tindakan pembedahan hernia tersebut hukum seperti diatas. Tujuan umum pembuatan skripsi ini adalah membantu masyarakat dan dunia medis untuk memperoleh informasi mengenai resiko infertilitas pasca pembedahan pada pasien hernia inguinalis ditinjau dari kedokteran dan Islam. Adapun tujuan khusus adalah untuk mengetahui dan menjelaskan tentang resiko infertilitas pasca pembedahan pada pasien hernia inguinalis ilmu kedokteran dan mengetahui pandangan Islam tentang teknik pembedahan pada pasien hernia. Kesimpulan skripsi ini adalah reanostomosis setelah herniorafi inguinal secara teknik lebih sulit dibandingkan dengan vasectomy reversal, namun fertilitas dapat dikembalikan dengan Microsurgical Reanostomosis. Saran untuk dokter muslim agar dapat melakukan tindakan pembedahan dengan resiko infertilitas sesuai dengan ajaran Islam dan tidak bertentangan dengan ketentuan allah SWT.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-4395-FK |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc L Education > L Education (General) R Medicine > RC Internal medicine R Medicine > RD Surgery R Medicine > RJ Pediatrics |
| Divisions: | Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Chemistry |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 09 Feb 2021 02:24 |
| Last Modified: | 26 Jun 2026 03:17 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/3673 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
