Nurlaila, Nurlaila (2013) DAMPAK PSIKOLOGIS AKIBAT TINDAKAN SODOMI PADA MASA KANAK-KANAK DITINJAU DARI SUDUT KEDOKTERAN DAN AGAMA ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
Preview |
Text
S 4327 FK_COVER.pdf Download (96kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4327 FK_LEMBAR PERSETUJUAN.pdf Download (161kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4327 FK_ABSTRAK.pdf Download (99kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4327 FK_BAB 1.pdf Download (126kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4327 FK_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (174kB) | Preview |
|
Text
S 4327 FK_BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (341kB) |
|
|
Text
S 4327 FK_BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (338kB) |
|
|
Text
S 4327 FK_BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (73kB) |
|
|
Text
S 4327 FK_BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (103kB) |
Abstract
Dampak dari kekerasan seksual akibat sodomi bisa menimbulkan jejas psikologis yang berupa trauma seks, atau pun beberapa masalah serius lain yang akan di alami dan berkaitan erat dengan perilaku seksnya di kemudian hari. Mitos yang berkembang dimasayarakat saat ini adalah kecendrungan korban tindakan sodomi menjadi pelaku di kemudian hari, menimbulkan stigma negatif pada diri anak. Apabila anak lelaki menjadi korban kekerasan seksual, maka terkadang ia dipandang sebagai seseorang yang memiliki potensi untuk menjadi pelaku di masa yang akan datang, bukan sebagai korban yang membutuhkan bantuan dan dukungan. Beberapa pelaku kekerasan seksual memang memiliki sejarah mengalami kekerasan seksual ketika mereka kecil, akan tetapi tidak semua korban akan menjadi pelaku. Tujuan umum penulisan skripsi ini untuk mengetahui mengetahui bagaimana etiologi dari tindakan sodomi dan dampak psikologis akibat tindakan sodomi yang dapat timbul serta mengetahui penatalaksanaan yang dapat dilakukan bagi anak anak korban tindakan sodomi. Terpapar pada aksi seksual pada usia dini dapat mengakibatkan anak mengalami sexualization of behavior, anak dapat dengan mudahnya mengasosiasikan berbagai objek dengan sensasi keterangsangan seksual Dalam ketidakberdayaan tersebut, tanpa adanya iman sebagai kekuatan internal atau spiritual, seseorang akan dikuasai oleh dorongan primitif yakni dorongan seksualitas ataupun agresivitas. Kedokteran dan Islam sependapat bahwa tindakan sodomi merupakan perilaku seksual yang menyimpang dan merupakan kejahatan yang harus dihukum, karena mempunyai dampak jangka panjang yang dihasilkan yang tidak pada fisik tapi juga mempunyai pengaruh buruk terhadap jiwa, daya pikir, akhlak, serta sosial. Dalam penatalaksanaannya, bahwa korban tindakan sodomi harus diberikan psikoterapi yang mencakup pendekatan modifikasi perilaku, pikiran dan emosinya, baik secara duniawi maupun ukhrawi, sehingga mampu mengembangkan dirinya dalam mengatasi masalah psikisnya hingga korban bisa melewati trauma masa lalunya.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-4327-FK |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare L Education > L Education (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RC Internal medicine R Medicine > RJ Pediatrics |
| Divisions: | Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Chemistry |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 09 Feb 2021 02:23 |
| Last Modified: | 13 Apr 2026 04:33 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/3612 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
