Hazami, M. Fachri (2024) TINGKAT PENGETAHUAN DAN PENGARUH SUNSCREEN TERHADAP KEJADIAN MELASMA DI CLUSTER DENIZA JAKARTA UTARA DAN TINJAUANNYA MENURUT PANDANGAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
|
Text
01. COVER.pdf Download (289kB) |
|
|
Text
02. LEMBAR PENGESAHAN.pdf Download (157kB) |
|
|
Text
03. SURAT PERNYATAAN.pdf Download (123kB) |
|
|
Text
04. ABSTRAK-ABSTRACT.pdf Download (369kB) |
|
|
Text
07 .BAB I.pdf Download (301kB) |
|
|
Text
13.DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (244kB) |
|
|
Text
08 .BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (382kB) |
|
|
Text
09 .BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (420kB) |
|
|
Text
10.BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (314kB) |
|
|
Text
11.BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (420kB) |
|
|
Text
12.BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (130kB) |
|
|
Text
15. LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Latar belakang dan Tujuan: Melasma merupakan kondisi hiperpigmentasi yang umum terjadi pada wajah, terutama di daerah tropis seperti Indonesia. Meskipun penyebabnya belum sepenuhnya dipahami, paparan sinar matahari diketahui sebagai faktor utama yang memicu dan memperparah melasma. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengetahuan masyarakat di Cluster Deniza Jakarta Utara mengenai melasma, penggunaan sunscreen, dan pengaruhnya terhadap kejadian melasma. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik potong lintang (cross-sectional) yang melibatkan 52 orang pasien wanita di Cluster Deniza Jakarta Utara sebagai sampel. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan kriteria tertentu yang telah ditetapkan. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner penilaian diri (self-assessment questionnaire) yang diberikan kepada responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (57,7%) berada pada rentang usia 41-50 tahun. Tingkat kejadian melasma tercatat sebesar 78,8% (41 orang) dari total responden. Sebagian besar responden (61,5%) telah menggunakan tabir surya (sunscreen) selama lebih dari 2 tahun (90,5%), dengan SPF 30-50 menjadi pilihan utama (68,8%). Analisis data menunjukkan adanya hubungan signifikan antara penggunaan tabir surya dengan kejadian melasma (pvalue 0,03). Di sisi lain, pengetahuan terkait tabir surya tidak menunjukkan korelasi signifikan dengan kejadian melasma (p-value 0,108). Kesimpulan: Penggunaan sunscreen dapat menjadi variable yang menurunkan risiko kejadian melasma. Meski demikian analisa lebih lanjut terkait faktor lain yang mungkin berperan dan peneltiian pada sample besar masih perlu dilakukan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-8005-FK |
| Uncontrolled Keywords: | Melasma, Sunscreen, Pengetahuan. |
| Subjects: | L Education > L Education (General) R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RL Dermatology |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 13 Oct 2026 07:10 |
| Last Modified: | 13 Oct 2026 07:10 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/15836 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
