Septiani, Hadiya Azzahra (2026) EVALUASI EKSPRESI EGF (EPIDERMAL GROWTH FACTOR) PADA PENGOBATAN LUKA SAYAT TIKUS PUTIH JANTAN MENGGUNAKAN FORMULASI GETAH JATROPHA MULTIFIDA L-PLASENTA-CMC DAN TINJAUANNYA DALAM PANDANGAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
|
Text
1. HALAMAN JUDUL.pdf Download (174kB) |
|
|
Text
2. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (170kB) |
|
|
Text
3. SURAT PERNYATAAN...pdf Download (133kB) |
|
|
Text
4. ABSTRAK.pdf Download (173kB) |
|
|
Text
7. BAB I.pdf Download (178kB) |
|
|
Text
13. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (172kB) |
|
|
Text
8. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (574kB) |
|
|
Text
9. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (192kB) |
|
|
Text
10.BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (647kB) |
|
|
Text
11. BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (226kB) |
|
|
Text
12. BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (165kB) |
|
|
Text
15. LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (434kB) |
Abstract
Luka sayat adalah bentuk luka terbuka akibat benda tajam yang memerlukan penanganan efektif untuk mempercepat penyembuhan dan mencegah komplikasi. Epidermal Growth Factor (EGF) menjadi faktor yang berperan penting dalam proses penyembuhan luka. Pengobatan alternatif menggunakan formulasi Jatropha multifida L., Carboxymethyl Chitosan, dan plasenta (JM-P-CMC) berpotensi meningkatkan proses penyembuhan luka melalui aktivitas biologisnya, sehingga perlu dievaluasi efektivitasnya dibandingkan Povidone iodine. Metodologi : Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan rancangan post test only control group menggunakan tikus putih jantan (Rattus norvegicus). Subjek dibagi ke dalam kelompok JM-P-CMC dan kontrol. Penilaian makroskopis luka dilakukan pada hari ke-5, ke-10, dan ke-15, sedangkan ekspresi EGF dianalisis secara Imunohistokimia. Data dianalisis menggunakan uji statistik nonparametrik Kruskal–Wallis dan dilanjutkan dengan uji post hoc Mann–Whitney sesuai distribusi data untuk menilai perbedaan antar kelompok dan waktu pengamatan. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan kelompok JM-P-CMC mengalami penurunan luas luka dan perbaikan jaringan yang lebih cepat dan lebih baik dibanding kelompok Povidone iodine dan kontrol lain. Ekspresi EGF kelompok JM-P-CMC meningkat secara signifikan, terutama pada hari ke-10 dan ke-15, berbeda bermakna dibandingkan Povidone iodine (p<0,05). Hal ini menunjukkan formulasi JM-P-CMC lebih efektif dalam mendukung fase proliferasi dan remodeling luka. Kesimpulan : Formulasi JM-P-CMC terbukti efektif mempercepat penyembuhan luka sayat melalui peningkatan ekspresi EGF dan memberikan hasil yang setara dibandingkan Povidone iodine. Penggunaan bahan alami yang aman dan bermanfaat ini juga sejalan dengan prinsip pengobatan dalam pandangan Islam.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-7971-FK |
| Uncontrolled Keywords: | Luka sayat, Jatropha multifida L., plasenta, Carboxymethyl Chitosan. |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc Q Science > QL Zoology R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RZ Other systems of medicine |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 13 Aug 2026 02:32 |
| Last Modified: | 13 Aug 2026 02:32 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/15553 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
