Amalia, Vionita Indah (2026) HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN SINDROM METABOLIK PADA LANSIA DI PANTI WERDHA YAYASAN HAJJAH HASMAH NOOR JAKARTA UTARA DAN TINJAUANNYA MENURUT PANDANGAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
|
Text
1. HALAMAN JUDUL.pdf Download (194kB) |
|
|
Text
2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf Download (71kB) |
|
|
Text
3. LEMBAR PERNYATAAN.pdf Download (59kB) |
|
|
Text
4. ABSTRAK.pdf Download (146kB) |
|
|
Text
7. BAB I.pdf Download (170kB) |
|
|
Text
13 DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (150kB) |
|
|
Text
8. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
9. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (192kB) |
|
|
Text
10. BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (475kB) |
|
|
Text
11. BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (228kB) |
|
|
Text
12. BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (134kB) |
|
|
Text
14. BIODATA DAN LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) |
Abstract
Sindrom metabolik merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia dan berhubungan erat dengan pola makan yang tidak seimbang. Lansia di panti werdha memiliki pola konsumsi yang relatif seragam, sehingga menarik untuk dikaji hubungannya dengan kejadian sindrom metabolik serta ditinjau dari kesesuaiannya dengan prinsip pola makan dalam perspektif Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pola makan dengan kejadian sindrom metabolik pada lansia di Panti Werdha Yayasan Hajjah Hasmah Noor, Jakarta Utara. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain potong lintang (cross-sectional). Data pola makan diperoleh menggunakan kuesioner SQ-FFQ, sedangkan sindrom metabolik ditentukan melalui pengukuran lingkar pinggang, tekanan darah, kadar glukosa darah puasa, dan profil lipid. Instrumen penelitian telah diuji validitas (r ≥ 0,3) dan reliabilitas (α ≥ 0,6). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square serta estimasi risiko Odds Ratio (OR). Hasil: Prevalensi sindrom metabolik pada lansia sebesar 51,4%, dengan sebagian besar responden memiliki asupan gizi berlebih (60%). Terdapat hubungan signifikan antara pola makan dan kejadian sindrom metabolik (p = 0,027; p < 0,05), obesitas sentral (p = 0,007; p < 0,05), dan hipertensi (p = 0,020; p < 0,05). Hubungan pola makan dengan hiperglikemia (p = 0,139; p > 0,05) dan dislipidemia (p = 0,383; p > 0,05) tidak menunjukkan signifikansi statistik, meskipun secara deskriptif seluruh kasus hiperglikemia ditemukan pada kelompok dengan asupan gizi berlebih. Kesimpulan: Pola makan berlebih berhubungan signifikan dengan kejadian sindrom metabolik pada lansia, terutama melalui obesitas sentral dan hipertensi. Oleh karena itu, diperlukan pengendalian pola makan lansia berdasarkan prinsip jumlah, jenis, dan jadwal makan (3J) serta nilai moderasi (wasatiyyah) dan larangan berlebih-lebihan (isrāf) sebagai upaya promotif dan preventif.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-7966-FK |
| Uncontrolled Keywords: | Sindrom Metabolik, Pola Makan Lansia, Gizi Seimbang |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc Q Science > QM Human anatomy R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RB Pathology R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 12 Aug 2026 07:55 |
| Last Modified: | 12 Aug 2026 07:55 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/15548 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
