Keyzsa, Ragil (2025) HUBUNGAN KADAR GLUKOSA DARAH DENGAN DERAJAT HIPERTENSI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOJA PERIODE JANUARI–DESEMBER 2024 DAN TINJAUANNYA MENURUT PANDANGAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
|
Text
01. COVER.pdf Download (147kB) |
|
|
Text
02. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (157kB) |
|
|
Text
03. SURAT PERNYATAAN.pdf Download (104kB) |
|
|
Text
04. ABSTRAK.pdf Download (232kB) |
|
|
Text
07. BAB I.pdf Download (246kB) |
|
|
Text
13. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (269kB) |
|
|
Text
08. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (389kB) |
|
|
Text
09. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (282kB) |
|
|
Text
10. BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (379kB) |
|
|
Text
11. BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (349kB) |
|
|
Text
12. BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (231kB) |
|
|
Text
14. LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (199kB) |
Abstract
Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan sering disertai komplikasi, salah satunya hipertensi, yang berkontribusi terhadap tingginya morbiditas dan mortalitas. Namun, data mengenai hubungan kadar glukosa darah dengan derajat hipertensi pada pasien DMT2 di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar glukosa darah sewaktu (GDS) dan HbA1c dengan derajat hipertensi pada pasien DMT2 serta meninjaunya dari perspektif Maqasid Al-Syariah. Metodologi: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional) menggunakan data sekunder rekam medis pasien DMT2 di RSUD Koja periode Januari–Desember 2024. Sampel berjumlah 90 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel yang diteliti meliputi kadar GDS, HbA1c, dan derajat hipertensi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki kadar GDS ≥200 mg/dL (65,6%) dan HbA1c ≥6,5% (82,2%). Mayoritas pasien berada pada kategori hipertensi derajat II (74,5%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa hubungan antara kadar GDS dan HbA1c dengan derajat hipertensi tidak bermakna secara statistik (p>0,05), meskipun terdapat kecenderungan peningkatan derajat hipertensi seiring dengan meningkatnya kadar glukosa darah. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara kadar glukosa darah dan derajat hipertensi pada pasien DMT2, namun pengendalian glikemik tetap penting dalam pencegahan komplikasi. Dalam perspektif Maqasid Al-Syariah, pengendalian glukosa darah merupakan upaya menjaga jiwa, akal, harta, dan agama. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan sampel yang lebih besar dan analisis multivariat untuk memperoleh hasil yang lebih komprehensif.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-7905-FK |
| Uncontrolled Keywords: | Diabetes Melitus Tipe 2, Glukosa Darah |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RC Internal medicine R Medicine > RD Surgery |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 06:26 |
| Last Modified: | 23 Jul 2026 06:26 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/15471 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
