Syafii, Muhammad (2025) HUBUNGAN ADIKSI INTERNET YANG DINILAI MENGGUNAKAN INTERNET ADDICTION TEST VERSI BAHASA INDONESIA (IAT-INA) DENGAN FUNGSI MEMORI PADA MAHASISWA KEDOKTERAN DAN TINJAUANNYA MENURUT PANDANGAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
|
Text
01 COVER.pdf Download (176kB) |
|
|
Text
02 HALAMAN PENGESAHA.pdf Download (397kB) |
|
|
Text
3. LEMBAR PERNYATAAN.pdf Download (134kB) |
|
|
Text
05 ABSTRAK.pdf Download (245kB) |
|
|
Text
08 BAB I.pdf Download (258kB) |
|
|
Text
14 DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (233kB) |
|
|
Text
09 BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (756kB) |
|
|
Text
10 BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (299kB) |
|
|
Text
11 BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (306kB) |
|
|
Text
12 BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (303kB) |
|
|
Text
13 BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (241kB) |
|
|
Text
16.LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Adiksi internet merupakan fenomena yang semakin meningkat, khususnya di kalangan mahasiswa kedokteran yang memiliki tuntutan akademik tinggi. Penggunaan internet yang berlebihan dan tidak terkontrol berpotensi memengaruhi fungsi kognitif, termasuk fungsi memori, yang berperan penting dalam proses pembelajaran dan pengambilan keputusan. Meskipun berbagai penelitian menunjukkan adanya dampak negatif adiksi internet terhadap fungsi kognitif, hasil penelitian terkait fungsi memori masih menunjukkan temuan yang bervariasi. Selain itu, Islam menekankan pentingnya menjaga akal dan menghindari kelalaian (ghaflah) sebagai bagian dari maqāṣid al-syarī‘ah. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain potong lintang pada mahasiswa kedokteran. Tingkat adiksi internet diukur menggunakan Internet Addiction Test versi Bahasa Indonesia (IAT-Ina), sedangkan fungsi memori dinilai menggunakan MoCA-Ina dan CERAD. Analisis data dilakukan secara bivariat untuk menilai hubungan antara kedua variabel. Hasil: Sebagian besar responden berada pada kategori adiksi internet ringan hingga sedang. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara adiksi internet dengan fungsi memori pada seluruh domain yang dinilai (p > 0,05). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara adiksi internet dengan fungsi memori pada mahasiswa kedokteran. Hal ini mengindikasikan kemungkinan adanya faktor protektif, seperti tingkat pendidikan, kapasitas kognitif yang baik, serta strategi koping adaptif. Dari perspektif Islam, pentingnya menjaga akal dan menghindari kelalaian akibat penggunaan internet berlebihan tetap menjadi landasan moral dan spiritual dalam menjaga kualitas kognitif dan kesehatan jiwa.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-7890-FK |
| Uncontrolled Keywords: | adiksi internet, fungsi memori, mahasiswa kedokteran, IAT-Ina, MoCA-Ina, CERAD, ḥifẓ al-‘aql, ghaflah |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RC Internal medicine |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 04:08 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 04:08 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/15455 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
