Putro, Catur Anggono (2025) HUBUNGAN ANTARA METILASI DNA PADA LOKUS IGF2/H19 DENGAN KEJADIAN STUNTING DARI BUCCAL SWAB PADA ANAK BERUSIA ≤ 24 BULAN. Masters thesis, Universitas YARSI.
|
Text
1. HALAMAN JUDUL.pdf Download (235kB) |
|
|
Text
3. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (244kB) |
|
|
Text
2. PERNYATAAN ORISINALITAS.pdf Download (113kB) |
|
|
Text
6. ABSTRAK.pdf Download (226kB) |
|
|
Text
8. BAB I.pdf Download (247kB) |
|
|
Text
13. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (333kB) |
|
|
Text
9. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (695kB) |
|
|
Text
10. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (739kB) |
|
|
Text
11. BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (425kB) |
|
|
Text
12. BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (241kB) |
|
|
Text
14. LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Stunting pada anak-anak merupakan masalah kesehatan yang serius, yang terkait dengan berbagai faktor genetik dan lingkungan. Penelitian ini bertujan mengetahui apakah terdapat hubungan antara metilasi DNA pada lokus IGF2/H19 dengan kejadian stunting pada anak usia ≤ 24 bulan, serta menganalisis dugaan perbedaan frekuensi metilasi DNA pada lokus IGF2/H19 antara anak laki-laki dan perempuan yang mengalami stunting. Penelitian ini merupakan studi preliminary retrospective case-control study dengan 13 anak stunting sebagai kelompok kasus dan 26 anak non-stunting sebagai kelompok kontrol yang berusia ≤ 24 bulan. Pengambilan sampel DNA menggunakan metode buccal swab yang bersifat noninvasif dan mengurangi penolakan dari orang tua subjek. Untuk mendeteksi metilasi DNA, digunakan metode Methylation-specific Polymerase Chain Reaction (MSP). Analisis statistik menggunakan statistik deskriptif, uji Chi-square/Fisher Exact, dan analisis Odds Ratio. Hasil MSP menunjukkan produk PCR hanya pada primer yang tidak dimetilasi di mana, secara proporsi, produk PCR dari primer yang tidak dimetilasi secara signifikan lebih tinggi pada kelompok kerdil dibandingkan kelompok normal dengan nilai P-value 0,011 (p<0,05). Namun, untuk menginterpretasikan dengan tepat, diperlukan data produk PCR dari primer yang 'dimetilasi', yang sayangnya tidak ada. Jadi, kita dapat berspekulasi bahwa proporsi produk untuk primer 'tidak termetilasi' mencerminkan proporsi anak stunting yang kekurangan gizi dan menghasilkan lebih sedikit metilasi.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information: | T-41-MBio |
| Uncontrolled Keywords: | Metilasi DNA, Lokus IGF2/H19, Stunting, Epigenetik, Methylationspecific PCR. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) Q Science > QR Microbiology > QR180 Immunology R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RJ Pediatrics R Medicine > RJ Pediatrics > RJ101 Child Health. Child health services |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 01:44 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 01:44 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/15438 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
