Natasya, Aprilia (2025) PENGARUH SUHU EKSTRAKSI TERHADAP KADAR TANIN DARI EKSTRAK ETANOL DAUN BADOTAN (Ageratum conyzoides L.) DAN TINJAUANNYA MENURUT ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
|
Text
01. Cover.pdf Download (114kB) |
|
|
Text
02. Halaman Pengesahan.pdf Download (12MB) |
|
|
Text
03. Surat Pernyataan .pdf Download (10MB) |
|
|
Text
04.Abstrak dan Kata Kunci.pdf Download (116kB) |
|
|
Text
09.Bab 1 Pendahuluan.pdf Download (116kB) |
|
|
Text
15.Daftar Pustaka.pdf Download (127kB) |
|
|
Text
10. Bab 2 Tinjauan Pustaka .pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
11. Bab 3 Metode Penelitian .pdf Restricted to Registered users only Download (134kB) |
|
|
Text
12. Bab 4 Hasil dan Pembahasan.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
13. Bab 5 Tinjauan Islam.pdf Restricted to Registered users only Download (202kB) |
|
|
Text
14. Bab 6 Kesimpulan dan Saran.pdf Restricted to Registered users only Download (84kB) |
|
|
Text
17.Lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (249kB) |
Abstract
Daun badotan (Ageratum conyzoides L.) merupakan salah satu tanaman herbal yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional karena mengandung berbagai metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin yang berfungsi sebagai antioksidan alami. Tanin memiliki manfaat sebagai antibakteri, antiinflamasi, dan astringen. Namun, kadar tanin yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh kondisi ekstraksi, terutama suhu. Suhu yang terlalu rendah dapat menghambat proses penarikan senyawa aktif, sedangkan suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan degradasi senyawa tersebut. Dalam pandangan Islam, penelitian terhadap tumbuhan obat mencerminkan bentuk syukur dan amanah terhadap ciptaan Allah SWT yang telah menyediakan alam untuk kemaslahatan manusia. Oleh karena itu, penting untuk meneliti suhu ekstraksi yang optimal agar potensi daun badotan dapat dimanfaatkan secara ilmiah dan sesuai dengan nilainilai Islam. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan teknik maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Variasi suhu yang digunakan adalah 28°C, 40°C, dan 60°C. Setelah proses maserasi, hasil ekstraksi diuapkan dengan rotary evaporator hingga diperoleh ekstrak kental. Analisis kadar tanin dilakukan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dengan asam galat sebagai standar, dan hasilnya dinyatakan dalam satuan µg GAE/g. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar tanin tertinggi diperoleh pada suhu ekstraksi 40°C sebesar 100,27 µg GAE/g, menurun pada suhu 28°C sebesar 88,71 µg GAE/g, dan paling rendah pada suhu 60°C sebesar 82,46 µg GAE/g. Peningkatan suhu yang berlebihan menyebabkan penurunan kadar tanin akibat degradasi senyawa aktif. Dengan demikian, suhu ekstraksi 40°C merupakan kondisi optimum untuk memperoleh kadar tanin tertinggi dan stabil. Kesimpulan: Suhu ekstraksi berpengaruh terhadap kadar tanin yang dihasilkan dari ekstrak etanol daun badotan (Ageratum conyzoides L.). Suhu optimum diperoleh pada 40°C, di mana kadar tanin mencapai nilai tertinggi sebesar 100,27 µg GAE/g. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengaturan suhu yang tepat sangat penting untuk mempertahankan stabilitas senyawa aktif. Dari sisi keislaman, penelitian ini mengajarkan pentingnya amanah, ketelitian, dan keseimbangan (mizan) dalam memanfaatkan ciptaan Allah SWT untuk kemaslahatan manusia.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-7879-FK |
| Uncontrolled Keywords: | Suhu ekstraksi, tanin, etanol, daun badotan (Ageratum conyzoides L.), tinjauan Islam. |
| Subjects: | Q Science > QE Geology R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 01:46 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 01:46 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/15437 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
