Fernanda, Amelia (2025) POLA BAKTERI PENYEBAB DAN RESISTENSI ANTIBIOTIK PADA KASUS SEPSIS NEONATORUM DI RS YARSI DAN TINJAUANNYA MENURUT PANDANGAN ISLAM. Other thesis, Universitas YARSI.
|
Text
1. COVER.pdf Download (153kB) |
|
|
Text
2. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (165kB) |
|
|
Text
3. SURAT PERNYATAAN.pdf Download (159kB) |
|
|
Text
4. ABSTRAK-ABSTRACT.pdf Download (247kB) |
|
|
Text
7. BAB 1.pdf Download (349kB) |
|
|
Text
13. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (239kB) |
|
|
Text
8. BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (333kB) |
|
|
Text
9. BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (243kB) |
|
|
Text
10. BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (420kB) |
|
|
Text
11. BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (342kB) |
|
|
Text
12. BAB 6.pdf Restricted to Registered users only Download (249kB) |
|
|
Text
15. LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (323kB) |
Abstract
Sepsis neonatorum merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada bayi baru lahir, sehingga memerlukan penatalaksanaan yang cepat melalui pemberian antibiotik empiris. Namun, penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat meningkatkan kejadian resistensi antibiotik, termasuk multidrug resistant (MDR), yang berdampak pada menurunnya keberhasilan terapi. Pola bakteri penyebab sepsis neonatorum dan tingkat resistensi antibiotik dapat berbeda antar fasilitas kesehatan, sehingga pemantauan berkala menjadi dasar penting pemilihan terapi yang tepat. Upaya pencegahan dan pengobatan sepsis neonatorum sejalan dengan penerapan maqashid syariah, khususnya hifz an-nafs dan hifz an-nasl, sementara penggunaan antibiotik secara rasional mencerminkan prinsip hifz al-mal. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan retrospektif. Subjek penelitian ini terdiri dari 115 neonatus dengan dugaan sepsis yang dirawat di RS YARSI periode 2022–2024. Sebanyak 32 neonatus dengan hasil kultur darah positif dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pola bakteri dianalisis secara univariat sedangkan sensitivitas antibiotik dianalisis secara deskriptif. Tingkat resistensi antibiotik diklasifikasikan menjadi MDR dan tidak MDR, kemudian dianalisis secara bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri Gram negatif merupakan penyebab terbanyak sepsis neonatorum (75%), dengan Klebsiella pneumoniae sebagai bakteri yang paling dominan. Sebagian besar isolat menunjukkan resistensi terhadap beberapa antibiotik yang umum digunakan, dan 75% termasuk dalam kategori MDR. Uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,059 yang menandakan tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara pola bakteri dengan tingkat resistensi antibiotik. Namun, secara deskriptif seluruh bakteri Gram positif menunjukkan pola MDR, sedangkan bakteri Gram negatif masih ditemukan isolat yang tidak MDR. Kesimpulan: Sepsis neonatorum di RS YARSI didominasi oleh bakteri Gram negatif dengan tingkat resistensi antibiotik yang tinggi. Meskipun tidak terdapat hubungan statistik yang bermakna, secara deskriptif temuan ini memiliki implikasi klinis penting. Pemantauan pola bakteri dan penggunaan antibiotik secara rasional merupakan upaya menjaga jiwa (hifz an-nafs) sejalan dengan nilai-nilai Islam.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | S-7874-FK |
| Uncontrolled Keywords: | Sepsis Neonatorum, Pola Bakteri, Resistensi Antibiotik, Multidrug Resistant (MDR), Maqashid syariah |
| Subjects: | Q Science > QR Microbiology R Medicine > RC Internal medicine R Medicine > RV Botanic, Thomsonian, and eclectic medicine |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 08:26 |
| Last Modified: | 21 Jul 2026 08:26 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/15432 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
