Khairunnisa, Fredlina Fidela (2025) PERAN SEKRETOM FIBROBLAS FRAKSI >100 KDA TERHADAP PROLIFERASI SEL KERATINOSIT DAN TINJAUANNYA MENURUT PANDANGAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
|
Text
1. HALAMAN JUDUL.pdf Download (484kB) |
|
|
Text
2. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (61kB) |
|
|
Text
3. SURAT PERNYATAAN.pdf Download (55kB) |
|
|
Text
4. ABSTRAK.pdf Download (679kB) |
|
|
Text
7. BAB I.pdf Download (822kB) |
|
|
Text
13. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (604kB) |
|
|
Text
8. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
9. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (884kB) |
|
|
Text
10. B AB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (971kB) |
|
|
Text
11. BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (864kB) |
|
|
Text
12. BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (721kB) |
|
|
Text
16. LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Rambut adalah organ yang dinamis dengan siklus pertumbuhan yang kompleks (anagen, katagen, telogen, eksogen) dan diatur oleh interaksi antara sel-sel epitel dan mesenkim, khususnya fibroblas dermal papilla. Gangguan pada siklus ini dapat menyebabkan kerontokan rambut (alopecia). Hepatocyte Growth Factor (HGF) dikenal sebagai faktor penting dalam regulasi pertumbuhan sel. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek HGF yang terkandung dalam fraksi sekretom fibroblas (>100 kDa) terhadap proliferasi sel keratinosit, yang merupakan komponen kunci dalam regenerasi rambut. Metode: Sel keratinosit diisolasi dari preputium dan diperlakukan in vitro dengan sekretom fibroblas berbagai konsentrasi. Sekretom fibroblas (>100 kDa) diperoleh dan diukur kadar HGF-nya menggunakan ELISA. Sel keratinosit kemudian diperlakukan dengan sekretom fibroblas pada konsentrasi HGF 5-20% dan proliferasinya diukur pada Day In Vitro (DIV) 0, 2, 5, 7, dan 9 menggunakan assay CCK-8. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji normalitas, homogenitas, ANOVA, Kruskal-Wallis, dan uji post-hoc (LSD/Mann-Whitney U). Hasil: Pada DIV 0, tidak ada perbedaan signifikan pada proliferasi sel keratinosit antar kelompok. Pada DIV 2, terjadi perbedaan signifikan antar kelompok perlakuan dan kontrol, dengan konsentrasi HGF yang lebih tinggi menunjukkan efek yang berbeda secara signifikan pada proliferasi. Namun, pada DIV 5, semua kelompok perlakuan menunjukkan tingkat proliferasi yang signifikan lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol. Sementara itu, pada DIV 7 dan DIV 9, tidak ditemukan perbedaan signifikan pada proliferasi sel antar semua kelompok. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi sekretom fibroblas (>100 kDa) memiliki efek yang bervariasi pada proliferasi sel keratinosit dan produksi Hepatocyte Growth Factor (HGF) tergantung pada durasi perlakuan in vitro. Meskipun terdapat peningkatan proliferasi pada DIV 2, efek inhibisi terlihat pada DIV 5, dan tidak ada perbedaan signifikan pada DIV 7 dan 9. Hal ini mengindikasikan bahwa HGF dari sekretom fibroblas dapat memodulasi proliferasi keratinosit, namun efeknya kompleks dan mungkin tergantung pada dosis, waktu pajanan, atau interaksi dengan faktor-faktor lain dalam sekretom. Menurut pandangan Islam, upaya pengobatan dan pemanfaatan faktor pertumbuhan untuk regenerasi sel (termasuk keratinosit) dibolehkan sepanjang bertujuan untuk kemaslahatan dan merupakan bagian dari ikhtiar menjaga amanah tubuh.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-7845-FK |
| Uncontrolled Keywords: | Proliferasi keratinosit, Hepatocyte Growth Factor (HGF), sekretom fibroblas, alopecia, siklus rambut. |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc Q Science > QM Human anatomy R Medicine > RC Internal medicine R Medicine > RJ Pediatrics |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 20 Jul 2026 02:27 |
| Last Modified: | 20 Jul 2026 03:13 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/15403 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
