Pramigi, Ufo (2022) PERAN GULA LANGKA SEBAGAI ANTIOKSIDAN DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI RONGGA MULUT. Masters thesis, Universitas YARSI.
|
Text
2. Halaman Judul.pdf Download (158kB) |
|
|
Text
4. Halaman Pengesahan.pdf Download (49kB) |
|
|
Text
3. Halaman Pernyataan Orisinalitas.pdf Download (208kB) |
|
|
Text
7. Abstrak-Abstract.pdf Download (266kB) |
|
|
Text
11. BAB 1 Pendahuluan.pdf Download (83kB) |
|
|
Text
16. Daftar Pustaka.pdf Download (203kB) |
|
|
Text
12. BAB 2 Landasan Teori.pdf Restricted to Registered users only Download (215kB) |
|
|
Text
13. BAB 3 Metode Penelitian.pdf Restricted to Registered users only Download (233kB) |
|
|
Text
14. BAB 4 Hasil dan Pembahasan.pdf Restricted to Registered users only Download (323kB) |
|
|
Text
15. BAB 5 Penutup.pdf Restricted to Registered users only Download (69kB) |
|
|
Text
17. Lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (407kB) |
Abstract
Riskesdas (2018) tercatat 57,6 % penduduk Indonesia memiliki masalah kesehatan gigi dan mulut. Kasus kerusakan jaringan keras gigi pada anak usia dini didapatkan sebesar 67,3 % terjadi pada anak usia 5 tahun. Streptococcus mutans salah satu bakteri penyebab terjadinya karies gigi dan tingginya konsumsi gula salah satu faktor yang mempercepat proses terjadinya karies pada gigi. Hal ini mendorong praktisi untuk mengganti gula dengan pemanis non kalori. Xylitol telah dikenal sebagai gula langka. Selain itu berbagai jenis gula langka lainnya yang tidak mudah dikatabolisasi oleh bakteri, sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan dari bakteri S. mutans di rongga mulut. Penelitian terhadap aktivitas dari kemapuan gula langka yaitu d-Tagatose, dPsicose dan Xylitol ini peneliti melakukan uji Minimum Inhibitory Concentration (MIC) dan Minimum Bactericidal Concentration (MBC) dengan metode mikrodilusi. Pertumbuhan bakteri pada media agar padat yang dilakukan penggoresan hasil mikrodilusi yang kemudian melakukan inkubasi selama 48 jam dalam suhu 370 C dan menguji kemampua antioksidannya dengan Uji antioksidan menggunakan metode DPPH dan SOD. Data masing-masing gula langka menunjukkan angka MIC pada jenis gula dPsicose memiliki kemampuan hambat lebih baik pada bakteri S. Mutans dibandingkan dengan S. Sanguin dengan nilai prosentase hambat pada konsentrasi 12.5%. dan pada gula jenis d-Tagatose memiliki prosentase hambat pada S. Mutans lebih baik daripada S.Sanguin dengan 25% dan pada jenis gula xylitol memiliki prosentase hambat lebih baik pada S. Mutans yaitu pada konsentrasi 1,56%. Sehingga dapat dilihat pengaruh aktivitas dari beberapa jenis gula langka terhadap bakteri rongga mulut. Namun tidak memiliki kemampuan bakterisid terhadap kedua bakteri tersebut. Setiap gula langka memiliki kemampuan sebagai antioksidan yang belum mencapai nilai minimal yang ditentukan.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information: | T-33-Mbio |
| Uncontrolled Keywords: | Gula langka, Rongga Mulut S.mutans, Antibakteri, Antioksidan. |
| Subjects: | L Education > L Education (General) Q Science > QM Human anatomy Q Science > QR Microbiology R Medicine > RK Dentistry |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 28 Apr 2026 07:48 |
| Last Modified: | 28 Apr 2026 07:48 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/15199 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
