Muhamad, Soraya Haji (2025) PENGARUH BUDAYA KESELAMATAN PASIEN TERHADAP SIKAP STAF DALAM MELAPORKAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT YARSI JAKARTA. Masters thesis, Universitas YARSI.
|
Text
1. HALAMAN JUDUL.pdf Download (208kB) |
|
|
Text
3. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (311kB) |
|
|
Text
5. HALAMAN PERNYATAAN.pdf Download (302kB) |
|
|
Text
9. ABSTRAK.pdf Download (341kB) |
|
|
Text
10. BAB I.pdf Download (302kB) |
|
|
Text
15. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (261kB) |
|
|
Text
11. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (953kB) |
|
|
Text
12. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (356kB) |
|
|
Text
13. BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (639kB) |
|
|
Text
14. BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (292kB) |
|
|
Text
16. LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Pelaporan insiden keselamatan pasien di indoneisia masih rendah, dengan hanya 49% rumah sakit yang melaporkan tahun 2022, dibawah target nasional sebesar 60%. Saat ini di RSGM YARSI masih banyak staf yang belum aktif melaporkan sehingga tidak pelaporan indisen tidak terdokumentasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui menganalisis pengaruh budaya keselamatan pasien terhadap sikap staf dalam pelaporan insiden di RSGM YARSI Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain kombinasi (mixed method) dengan pendekatan kuantittaif dan kualitatif sequential explanatory. Data kuantitatif diperoleh melalui simple random sampling pada 86 responden yang menggunakan kuesioner budaya keselamatan pasien dan sikap pelaporan insiden berdasarkan tiga komponen sikap: kognitif, afektif, dan konatif. Uji chi-square digunakan untuk analisis statistik. Data kualitatif melalui wawancara mendalam dengan purposive sampling pada 5 informan untuk memperkuat temuan kuantitatif Hasil penelitian menunjukkan 55,8% responden belum optimal dalam menerapkan budaya keselamatan pasien, dan 53,5% yang memiliki sikap positif terhadap pelaporan insiden. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat pengaruh signifikan antara budaya keselamatan pasien dan sikap staf (p < 0,05), dengan nilai (OR) 5,876 (95% CI). Artinya, staf dengan budaya keselamatan yang baik memiliki kemungkinan 5,9 kali lebih besar untuk bersikap positif dalam pelaporan insiden. Faktor pendukung di antaranya adalah dukungan manajemen dan kerjasama tim yang baik. Faktor hambatan utama meliputi rasa takut disalahkan dan form pelaporan yang cukup rumit. Disarankan agar RSGM YARSI menyusun format pelaporan yang ringkas dan digital, menerapkan just culture serta mengadakan kegiatan kreatif berupa role play dan pameran guna meningkatkan pemahaman serta penerapan budaya keselamatan pasien dan sikap staf dalam melaporkan insiden.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information: | T-8-MARS |
| Uncontrolled Keywords: | budaya keselamatan pasien, sikap staf, pelaporan insiden, RSGM YARSI. |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BJ Ethics L Education > L Education (General) R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 22 Apr 2026 11:35 |
| Last Modified: | 22 Apr 2026 11:35 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/15184 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
