Hasanudhin, Reno (2026) PERAN PENGAWASAN BPOM DALAM PERLINDUNGAN KONSUMEN OBAT RESEP: STUDI PENGAWASAN KETERSEDIAAN OBAT RESEP PENYAKIT DIABETES MELITUS PADA APOTEK KIMIA FARMA. Diploma thesis, Universitas YARSI.
|
Text
1. HALAMAN SAMPUL.pdf Download (11kB) |
|
|
Text
6. HALAMAN PENGESAHAN TIM PENGUJI SKRIPSI.pdf Download (213kB) |
|
|
Text
4. HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS SKRIPSI.pdf Download (316kB) |
|
|
Text
9. ABSTRAK.pdf Download (98kB) |
|
|
Text
11. BAB I.pdf Download (386kB) |
|
|
Text
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (255kB) |
|
|
Text
12. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (306kB) |
|
|
Text
13. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (301kB) |
|
|
Text
14. BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (441kB) |
|
|
Text
15. BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (113kB) |
|
|
Text
17. LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (561kB) |
Abstract
Pengawasan BPOM dalam perlindungan konsumen merupakan salah satu bentuk perlindungan konsumen di bidang kesehatan yang menjadi kewenangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), khususnya pada obat resep penyakit diabetes melitus. Ketersediaan dan pendistribusian obat harus sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan agar menjamin keamanan, mutu, dan khasiat bagi konsumen. Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu: Pertama, peran pengawasan BPOM dalam perlindungan konsumen ketersediaan obat resep penyakit diabetes melitus pada apotek Kimia Farma. Kedua, BPOM memastikan pengawasan terhadap ketersediaan obat resep penyakit diabetes melitus pada apotek Kimia Farma dalam menjual dan mendistribusikan agar sesuai dengan ketentuan hukum perlindungan konsumen. Ketiga, pandangan Islam terhadap peran pengawasan BPOM dalam perlindungan konsumen obat resep: studi pengawasan ketersediaan obat resep penyakit diabetes melitus pada apotek Kimia Farma. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum yuridis empiris dan penelitian hukum normatif, menggunakan data primer dan data sekunder, dan menggunakan data deskriptif kualitatif. Adapun hasil penelitian dan pembahasan, yaitu: Pertama, hak atas kesehatan menuntut adanya jaminan bahwa obat tersebut bisa dikonsumsi oleh masyarakat, terutama obat untuk penyakit kronis seperti diabetes melitus, tersedia secara terus-menerus dan telah memenuhi standar mutu, keamanan, dan khasiat pada obat tersebut. Kedua, penyakit diabetes melitus membutuhkan pengobatan yang terus-menerus, sehingga keberadaan obat menjadi sangat penting untuk menjaga kondisi kesehatan pasien tetap stabil. Ketiga, pengawasan BPOM dalam perspektif hukum Islam, obat merupakan sarana ikhtiar untuk menjaga kesehatan, sehingga ketersediaan mutu, keamanan, dan khasiatnya harus dipastikan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-1142-FH |
| Uncontrolled Keywords: | Pengawasan, BPOM, Perlindungan Konsumen, Obat, Konsumen, Apotek Kimia Farma. |
| Subjects: | D History General and Old World > D History (General) J Political Science > JF Political institutions (General) J Political Science > JS Local government Municipal government K Law > K Law (General) |
| Depositing User: | Reno Hasanudhin |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 01:55 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 08:39 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/15182 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
