Fadhilah, Astrid (2026) PRAKTIK PENGGUNAAN SATWA UNIT K-9 DALAM PENYIDIKAN: STUDI PENYIDIKAN PERKARA PEMBUNUHAN PADA KEPOLISIAN DAERAH METROPOLITAN JAKARTA RAYA (POLDA METRO JAYA). Diploma thesis, Universitas YARSI.
|
Text
1. HALAMAN SAMPUL.pdf Download (31kB) |
|
|
Text
6. HALAMAN PENGESAHAN TIM PENGUJI SKRIPSI.pdf Download (338kB) |
|
|
Text
4. HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS SKRIPSI.pdf Download (442kB) |
|
|
Text
9. ABSTRAK.pdf Download (202kB) |
|
|
Text
11. BAB I.pdf Download (599kB) |
|
|
Text
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (518kB) |
|
|
Text
12. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (575kB) |
|
|
Text
13. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (484kB) |
|
|
Text
14. BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (625kB) |
|
|
Text
15. BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (217kB) |
|
|
Text
17. LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Penggunaan Satwa Unit K-9 dalam penyidikan merupakan bagian dari metode ilmiah kepolisian untuk membantu mengungkap peristiwa tindak pidana, khususnya perkara pembunuhan. Satwa Unit K-9 memiliki kemampuan penciuman yang tinggi sehingga dapat digunakan untuk pelacakan jejak pelaku, menemukan barang bukti, dan membantu dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP). Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu: Pertama, penyidik memenuhi ketentuan penggunaan satwa unit K-9 di dalam penyidikan perkara pembunuhan. Kedua, penyidik memastikan satwa unit K-9 dalam kondisi berani, ahli, dan adil sesuai ketentuan hukum acara pidana. Ketiga, pandangan Islam terhadap praktik penggunaan satwa unit K-9 dalam penyidikan: studi penyidikan perkara pembunuhan pada Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya). Penelitian ini menggunakan penelitian hukum yuridis empiris, menggunakan data primer dan data sekunder, dan menggunakan data kualitatif deskriptif. Adapun hasil penelitian dan pembahasan, yaitu: Pertama, penggunaan Satwa Unit K-9 dalam penyidikan perkara pembunuhan merupakan salah satu bentuk pemanfaatan kemampuan khusus yang dimiliki oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk mengungkap suatu tindak pidana yang bersifat serius dan rumit. Kedua, keterlibatan Satwa Unit K-9 sangat berkaitan langsung dengan proses pembuktian, maka penyidik wajib memastikan bahwa Satwa Unit K-9 yang digunakan dalam kondisi berani, ahli, dan adil agar hasil penggunaannya tidak menimbulkan keraguan dari sudut pandang hukum. Ketiga, dalam perspektif hukum Islam, penggunaan Satwa Unit K-9 sebagai alat bantu diperbolehkan apabila memiliki tujuan yang sah (maqasid al-syari'ah), yaitu menjaga jiwa (hifz al-nafs) dan menegakkan keadilan (al-'adl).
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-1141-FH |
| Uncontrolled Keywords: | Satwa Unit K-9, Penyidikan, Pembunuhan, Barang Bukti, Penyidik, Kepolisian, Hukum Acara Pidana. |
| Subjects: | D History General and Old World > D History (General) J Political Science > JF Political institutions (General) J Political Science > JS Local government Municipal government K Law > K Law (General) |
| Depositing User: | Astrid Fadhilah |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 01:44 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 08:44 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/15181 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
