Farid, Wa Ode Athaya Naswa (2025) HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI DENGAN PREVALENSI PASIEN YANG MEMBUAT GIGI TIRUAN DI KLINIK EKSEKUTIF RSGM YARSI: ANALISIS REKAM MEDIS PASIEN TAHUN 2023-2024. Diploma thesis, Universitas YARSI.
|
Text
01 COVER.pdf Download (51kB) |
|
|
Text
03 HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
02 HALAMAN PERNYATAAN.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
06. ABSTRAK.pdf Download (311kB) |
|
|
Text
09. BAB I.pdf Download (222kB) |
|
|
Text
14 DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (356kB) |
|
|
Text
10 BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (871kB) |
|
|
Text
11 BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (234kB) |
|
|
Text
12 BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (469kB) |
|
|
Text
13 BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (309kB) |
|
|
Text
15 LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Kehilangan gigi merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang dapat memengaruhi fungsi pengunyahan, fonetik, estetika, dan kualitas hidup. Penggunaan gigi tiruan menjadi salah satu upaya rehabilitasi, yang pemilihannya dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk sosiodemografi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor sosiodemografi dengan prevalensi pasien yang membuat gigi tiruan di Klinik Eksekutif Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) YARSI berdasarkan data rekam medis tahun 2023–2024. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan retrospektif dan metode potong lintang. Sampel diperoleh dari rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan bermakna antara usia dan jenis kelamin dengan jenis gigi tiruan yang dibuat (p < 0,05). Pasien usia lanjut lebih banyak menggunakan gigi tiruan lepasan, sedangkan pasien perempuan lebih cenderung memilih gigi tiruan cekat. Faktor pendidikan, status pekerjaan, dan cara pembayaran tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan penelitian ini sejalan dengan pandangan Islam yang menempatkan kesehatan sebagai amanah dari Allah SWT yang wajib dijaga. Upaya rehabilitasi melalui penggunaan gigi tiruan merupakan bentuk ikhtiar dalam menjaga fungsi tubuh dan menghindari kemudaratan, sesuai dengan kaidah fiqh al-ḍarar yuzāl (kemudaratan harus dihilangkan). Penggunaan gigi tiruan diperbolehkan dalam Islam selama bertujuan untuk memulihkan fungsi rongga mulut, meningkatkan kualitas hidup, serta membawa kemaslahatan bagi individu dan masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-388-KG |
| Uncontrolled Keywords: | sosiodemografi, gigi tiruan, klinik eksekutif, prostodonti |
| Subjects: | L Education > L Education (General) Q Science > QM Human anatomy R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine R Medicine > RK Dentistry |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 14 Apr 2026 10:55 |
| Last Modified: | 14 Apr 2026 10:55 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/15139 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
