Priyatna, Imam (2014) PERBEDAAN AGRESIVITAS PADA REMAJA AWAL YANG BERASAL DARI KELUARGA BROKEN HOME DAN UTUH SERTA TINJAUANNYA DALAM AGAMA ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
|
Text
S 56 PSI_COVER.pdf Download (171kB) |
|
|
Text
S 56 PSI_LEMBAR PENGESAHAN.pdf Download (225kB) |
|
|
Text
S 56 PSI_LEMBAR PERNYATAAN.pdf Download (143kB) |
|
|
Text
S 56 PSI_ABSTRAK.pdf Download (74kB) |
|
|
Text
S 56 PSI_BAB 1.pdf Download (204kB) |
|
|
Text
S 56 PSI_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (155kB) |
|
|
Text
S 56 PSI_BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (121kB) |
|
|
Text
S 56 PSI_BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (212kB) |
|
|
Text
S 56 PSI_BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (222kB) |
|
|
Text
S 56 PSI_BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (635kB) |
|
|
Text
S 56 PSI_BAB 6.pdf Restricted to Registered users only Download (10kB) |
Abstract
Agresivitas yang terjadi di kalangan remaja semakin meningkat. Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya agresivitas adalah faktor keluarga. Keluarga merupakan lingkungan pertama bagi seorang anak untuk mendapat pendidikan dan tempat untuk memenuhi kebutuhan fisik dan psikologisnya. Untuk memenuhi kebutuhan psikologisnya, seorang anak memerlukan pengakuan dan penerimaan dari orang tuanya. Pada keluarga broken home, terjadi interaksi yang tidak harmonis antara anggota keluarga dan struktur keluarganya tidak lengkap. Hal itu menyebabkan seorang remaja awal yang berasal dari keluarga broken home kurang memiliki benteng untuk mengendalikan agresivitas. Sebaliknya pada keluarga utuh, terjadi interaksi yang harmonis antara anggota keluarga dan struktur keluarganya lengkap. Hal itu menyebabkan seorang anak pada keluarga utuh memiliki benteng untuk mengendalikan agresivitasnya. Walaupun demikian, tidak semua anak yang berasal dari keluarga utuh tidak memiliki agresivitas. Mansoer (dikutip oleh Nitibaskara, 2011) menyatakan bahwa agresivitas juga dimiliki oleh anak yang memiliki hubungan dekat dengan orang tuanya. Hal tersebut didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Oesman (2010) menyatakan bahwa mayoritas pelaku tawuran di salah satu sekolah di Jakarta berasal dari keluarga utuh. Hipotesis dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan agresivitas pada remaja awal yang berasal dari keluarga broken home dan utuh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian dilakukan dengan menyebar skala agresivitas yang diberikan kepada 100 orang (50 remaja awal yang berasal dari keluarga broken home dan 50 remaja yang berasal dari keluarga utuh) dengan karateristik yang sudah ditentukan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan nilai t yaitu -1.434 dan angka signifikansi 0,155 (p> 0,05) yang berarti tidak terdapat perbedaan agresivitas pada remaja awal yang berasal dari keluarga broken home dan utuh.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-56-PSI |
| Uncontrolled Keywords: | agresivitas, keluarga utuh, keluarga broken home |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BC Logic B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 08 Apr 2026 06:06 |
| Last Modified: | 08 Apr 2026 06:06 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/15122 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
