Ambiya, Khofifah Nur (2026) EKSEKUSI PERINTAH PENANGKAPAN MAHKAMAH PIDANA INTERNASIONAL (ICC) TERHADAP PERDANA MENTERI ISRAEL BENJAMIN NETANYAHU DARI SUDUT PANDANG INTERNASIONAL. Diploma thesis, Universitas YARSI.
|
Text
01. Halaman Sampul.pdf Download (365kB) |
|
|
Text
06. Halaman Pengesahan Skripsi.pdf Download (114kB) |
|
|
Text
04. Halaman Pernyataan Orisinalitas Skripsi.pdf Download (149kB) |
|
|
Text
09. Abstrak.pdf Download (417kB) |
|
|
Text
11. BAB I Pendahuluan.pdf Download (418kB) |
|
|
Text
16. Daftar Pustaka.pdf Download (564kB) |
|
|
Text
12. BAB II Tinjauan Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (869kB) |
|
|
Text
13. BAB III Pembahasan.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
14. BAB IV Tinjauan Islam.pdf Restricted to Registered users only Download (872kB) |
|
|
Text
15. BAB V Penutup.pdf Restricted to Registered users only Download (588kB) |
Abstract
Penerbitan perintah penangkapan oleh Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC) terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu merupakan isu penting dalam perkembangan hukum pidana internasional, khususnya terkait penegakan akuntabilitas atas dugaan kejahatan internasional berat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang digunakan meliputi Statuta Roma 1998, putusan serta dokumen resmi ICC, dan literatur hukum internasional yang relevan. Pembahasan penelitian ini menitikberatkan pada legalitas perintah penangkapan ICC yang menunjukkan bahwa ICC memiliki dasar yurisdiksi atas dugaan kejahatan yang terjadi di wilayah Palestina sebagai negara pihak Statuta Roma, serta bahwa prinsip imunitas pejabat negara tidak berlaku dalam hukum pidana internasional. Penelitian ini juga mengkaji kendala-kendala dalam pelaksanaan eksekusi perintah penangkapan, antara lain keterbatasan kewenangan ICC yang bergantung pada kerja sama negara, penolakan Israel sebagai negara non-pihak, serta tekanan politik dan diplomatik dari negara-negara sekutu. Melalui pembahasan agama, penelitian ini meninjau eksekusi perintah penangkapan dari perspektif hukum Islam, yang menegaskan prinsip keadilan, pertanggungjawaban pemimpin, dan kewajiban menindak kezaliman tanpa memandang kedudukan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun secara yuridis perintah penangkapan ICC sah, pelaksanaannya menghadapi hambatan struktural dan politik yang signifikan, sementara hukum Islam memberikan legitimasi etis dan moral terhadap upaya penegakan keadilan internasional.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-1172-FH |
| Uncontrolled Keywords: | ICC, perintah penangkapan, hukum internasional, hukum Islam. |
| Subjects: | J Political Science > JX International law J Political Science > JZ International relations K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law |
| Depositing User: | Khofifah Ambiya |
| Date Deposited: | 19 Aug 2026 07:42 |
| Last Modified: | 19 Aug 2026 07:42 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/15034 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
