Search for collections on Universitas YARSI Repository

PERTANGGUNGJAWABAN HUKUM BAGI PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH (PPAT) TERHADAP AKTA PEMBAGIAN HAK BERSAMA (APHB) YANG BATAL DEMI HUKUM

Yumani, Yumani (2025) PERTANGGUNGJAWABAN HUKUM BAGI PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH (PPAT) TERHADAP AKTA PEMBAGIAN HAK BERSAMA (APHB) YANG BATAL DEMI HUKUM. Masters thesis, Universitas YARSI.

[thumbnail of 1. HALAMAN JUDUL.pdf] Text
1. HALAMAN JUDUL.pdf

Download (25kB)
[thumbnail of 2. HALAMAN PENGESAHAN.pdf] Text
2. HALAMAN PENGESAHAN.pdf

Download (201kB)
[thumbnail of 5. PERNYATAAN BEBAS PLAGIARISME.pdf] Text
5. PERNYATAAN BEBAS PLAGIARISME.pdf

Download (220kB)
[thumbnail of 8. ABSTRAK.pdf] Text
8. ABSTRAK.pdf

Download (11kB)
[thumbnail of 9. BAB I.pdf] Text
9. BAB I.pdf

Download (140kB)
[thumbnail of 14. DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
14. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (99kB)
[thumbnail of 10. BAB II.pdf] Text
10. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (137kB)
[thumbnail of 11. BAB III.pdf] Text
11. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (178kB)
[thumbnail of 12. BAB IV.pdf] Text
12. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (215kB)
[thumbnail of 13. BAB V.pdf] Text
13. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (17kB)

Abstract

Surat Keterangan Waris (SKW) merupakan dokumen yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi seseorang sebagai ahli waris, namun banyak yang dipalsukan. Dalam tesis ini, akan dikaji mengenai pertanggungjawaban hukum dari Akta Pembagian Hak Bersama (APHB) yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah berdasarkan Surat Keterangan Waris (SKW) palsu melalui studi kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 688K/Pid/2017. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan tesis ini adalah penelitian hukum normatif. Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) pada hasil penelitian ini menunjukkan bahwa telah melakukan kelalaian atau kesengajaan dalam membuat akta sehingga mengakibatkan akta tersebut tidak bisa dijadikan sebagai alat bukti yang kuat di kemudian hari dan bahkan dapat mengubah akta tersebut menjadi akta di bawah tangan. Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 688K/Pid/2017, tindakan kesengajaan yang dilakukan oleh Kepala Desa, Lurah, dan Camat untuk mendaftarkan Surat Keterangan Waris (SKW) palsu pada akta yang cacat hukum karena tidak terpenuhi syarat subjektif (kesepakatan kedua belah pihak) yang berakibat batal demi hukum. Sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris, seorang Notaris harus memegang dan menjalankan tugasnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang mengatur mengenai kewenangan, tugas, dan larangan dalam membuat akta.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: T-97-MKN
Uncontrolled Keywords: Pertanggung jawaban Hukum, Surat Keterangan Waris (SKW) Palsu.
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BJ Ethics
C Auxiliary Sciences of History > CD Diplomatics. Archives. Seals
K Law > K Law (General)
Depositing User: Mr. Administrator System Admin
Date Deposited: 22 Jan 2026 05:05
Last Modified: 22 Jan 2026 05:05
URI: http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/14932

Actions (login required)

View Item View Item