Nabila, Fitri (2025) REKOGNISI BUDAYA HUKUM MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN PERAN NOTARIS/PPAT PADA SENGKETA LAHAN ADAT DI NAGARI TALUAK IV SUKU. Masters thesis, Universitas YARSI.
|
Text
01. COVER.pdf Download (179kB) |
|
|
Text
02. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (106kB) |
|
|
Text
03. SURAT PERNYATAAN.pdf Download (52kB) |
|
|
Text
05. ABSTRAK.pdf Download (220kB) |
|
|
Text
07. BAB I.pdf Download (361kB) |
|
|
Text
12. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (249kB) |
|
|
Text
08. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (395kB) |
|
|
Text
09. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (357kB) |
|
|
Text
10. BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (352kB) |
|
|
Text
11. BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (258kB) |
|
|
Text
13. LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Masyarakat Nagari Taluak IV Suku di Kabupaten Agam memiliki sistem hukum adat yang kuat, khususnya dalam pengelolaan tanah ulayat yang tidak dapat dialihkan tanpa persetujuan adat dan pembayaran uangjariah. Permasalahan timbul ketika terjadi ketidaksesuaian antara hukum adat dan hukum nasional, terutama dalam pelaksanaan peran Notaris/PPAT dalam proses transaksi tanah dan penyelesaian sengketa adat. Permasalahan yang diangkat dalam penulisan tesis ini adalah bagaimana peran budaya hukum masyarakat dalam penyelesaian sengketa adat dan bagaimana peran Notaris/PPAT berdasarkan rekognisi budaya hukum masyarakat dalam penyelesaian sengketa adat. Adapun tujuan penelitian tesis ini adalah untuk menganalisis peran budaya hukum masyarakat dalam penyelesaian sengketa adat khususnya di Nagari Taluak IV Suku dan untuk menganalisis peran yang dilakukan oleh Notaris/PPAT berdasarkan rekognisi budaya hukum masyarakat dalam menyelesaikan sengketa adat. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis sosiologis. Spesifikasi dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu yang berasal dari karya ilmiah dan peraturan perundang-undangan dan data primer yaitu data yang diperoleh langsung dilapangan melalui wawancara dan studi dokumen. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa budaya hukum masyarakat sangat memengaruhi proses penyelesaian sengketa tanah ulayat. Notaris/PPAT memiliki peran penting dalam mengharmonisasikan atau menjadi jembatan dalam mengakomodasikan hukum adat dan hukum nasional. Kesimpulan dari penelitian ini adalah budaya hukum masyarakat di Nagari Taluak IV suku memiliki peran penting dalam penyelesaian sengketa adat, maka setiap tindakan hukum yang berkaitan dengan tanah ulayat haruslah mempertimbangkan nilai-nilai adat. Hal tersebut juga sejalan dengan Peran Notaris/PPAT dalam mengakomodasikan atau menjembatani antara hukum adat yang berlaku di tengah masyarakat adat dan hukum nasional yang berlaku untuk seluruh warga negara. Adapun usulan agar Notaris/PPAT diberikan pedoman khusus terkait transaksi tanah ulayat secara adat, diperlukan penyusunan peraturan baik dalam peraturan perundang-undangan maupun dalam peraturan daerah (perda).
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information: | T-108-MKN |
| Uncontrolled Keywords: | Rekognisi, Budaya Hukum, Tanah Ulayat, Hukum Adat, Notaris/PPAT |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) H Social Sciences > HM Sociology H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races K Law > K Law (General) |
| Depositing User: | Fitri Nabila |
| Date Deposited: | 05 May 2026 05:43 |
| Last Modified: | 05 May 2026 05:43 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/14877 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
