Putri Auliya, Mirna (2025) DINAMIKA TRANSFORMASI DIGITAL KEARSIPAN PADA MASA TERJADI PERETASAN PUSAT DATA NASIONAL: STUDI KASUS DI BPOM. Diploma thesis, Universitas Yarsi.
|
Text
01. COVER.pdf Download (193kB) |
|
|
Text
04. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (13MB) |
|
|
Text
03. HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITA.pdf Download (6MB) |
|
|
Text
02. ABSTRAK.pdf Download (149kB) |
|
|
Text
12. BAB 1.pdf Download (317kB) |
|
|
Text
18. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (219kB) |
|
|
Text
13. BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (921kB) |
|
|
Text
14. BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (348kB) |
|
|
Text
15. BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (522kB) |
|
|
Text
16. BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (302kB) |
|
|
Text
17. BAB 6.pdf Restricted to Registered users only Download (151kB) |
|
|
Text
19. LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (277kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk 1. Menganalisis dampak peretasan Pusat Data Nasional (PDN) terhadap pelaksanaan persuratan dan kearsipan di BPOM. 2. Menganalisis metode dan langkah-langkah yang diambil oleh BPOM dalam melaksanakan kegiatan persuratan dan kearsipan selama Aplikasi SRIKANDI tidak dapat diakses. 3. Mengidentifikasi dan merumuskan upaya yang telah dilakukan atau direncanakan oleh BPOM dalam menghadapi masalah peretasan dan meningkatkan keamanan serta kelangsungan kegiatan kearsipan di masa depan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian ini terdiri dari tiga pegawai internal kearsipan BPOM. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan teknik pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1. Peretasan terhadap PDN menyebabkan gangguan total pada Aplikasi SRIKANDI, sehingga BPOM kembali menggunakan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD). Meskipun fungsional secara internal, SIKD tidak terintegrasi dengan Arsip Nasional sehingga proses kearsipan menjadi lebih lambat dan tidak efisien. Dalam situasi mendesak, BPOM menggunakan metode manual seperti tanda tangan basah dan penyimpanan fisik, yang memperlambat proses administratif. 2. Langkah-langkah mitigasi dilakukan dengan menghidupkan kembali Aplikasi SIKD, menerapkan prosedur manual, serta memastikan kegiatan pengarsipan tetap sesuai prosedur. Unit kearsipan juga melakukan verifikasi awal gangguan, menyampaikan pemberitahuan resmi kepada pimpinan, dan melanjutkan pemberkasan arsip aktif baik secara manual maupun elektronik. 3. Upaya strategis yang dilakukan BPOM mencakup koordinasi dengan Arsip Nasional, penerapan backup data secara mandiri oleh unit kerja, serta mempertimbangkan penggunaan SIKD sebagai solusi jangka menengah apabila Aplikasi SRIKANDI masih belum stabil. Penelitian ini juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan sistem, kebijakan backup terdistribusi, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi gangguan teknologi di sektor kearsipan digital.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-431-IP |
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Kearsipan Digital, Peretasan, Pusat Data Nasional (PDN), Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) |
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) |
| Divisions: | Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Electronics and Computer Science |
| Depositing User: | Mirna Auliya |
| Date Deposited: | 20 Aug 2026 03:55 |
| Last Modified: | 20 Aug 2026 03:55 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/14598 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
