Fahria, Fiiki (2024) HUBUNGAN STIMULUS LINGKUNGAN RUMAH DAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK PRASEKOLAH SERTA TINJAUANNYA DALAM ISLAM. Diploma thesis, Universita YARSI.
|
Text
Cover_Fiiki Fahria.pdf Download (14kB) |
|
|
Text
LEMBAR PERNYATAAN_Fiiki Fahria.pdf Download (438kB) |
|
|
Text
LEMBAR PENGESAHAN_Fiiki Fahria.pdf Download (316kB) |
|
|
Text
File Abstrak_Fiiki Fahria.pdf Download (13kB) |
|
|
Text
BAB 1_Fiiki Fahria.pdf Download (364kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka_Fiiki Fahria.pdf Download (271kB) |
|
|
Text
BAB 2_Fiiki Fahria.pdf Restricted to Registered users only Download (684kB) |
|
|
Text
BAB 3_Fiiki Fahria.pdf Restricted to Registered users only Download (528kB) |
|
|
Text
BAB 4_Fiiki Fahria.pdf Restricted to Registered users only Download (395kB) |
|
|
Text
BAB 5_Fiiki Fahria.pdf Restricted to Registered users only Download (543kB) |
|
|
Text
BAB 6_Fiiki Fahria.pdf Restricted to Registered users only Download (142kB) |
|
|
Text
Lampiran_Fiiki Fahria.pdf Restricted to Registered users only Download (133kB) |
Abstract
Indonesia menduduki peringkat 95 dari 201 negara dengan rata-rata skor IQ yaitu 83. Kemampuan kognitif diuji dengan beberapa tugas yang terstandardisasi untuk menghasilkan skor kecerdasan atau Intelligent Quotient (IQ). Menurut Piaget kemampuan kognitif anak prasekolah berada pada tahap pra-oprasional, dimana anak dapat berpikir secara simbolik dan juga dapat mengkaitkan satu skema dengan skema lainnya. Berbeda dengan Vygotsky tokoh linguistic yang mengatakan bahwa kemampuan kognitif anak prasekolah dapat berkembang lebih optimal ketika mendapatkan bantuan dari orang dewasa untuk mempelajari lingkungannya. Oleh karena itu pemberian stimulus di lingkungan rumah perlu diberikan agar dapat mengoptimalkan kemampuan kognitif anak prasekolah karena tempat pertama sang anak berkembang berawal dari rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stimulus lingkungan rumah dan kemampuan kognitif anak prasekolah. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 90 anak beserta orang tua/wali sang anak dengan menggunakan metode accidental sampling. Penelitian ini menggunakan alat ukur Home Observation for Measurement of the Environment (HOME) untuk mengukur stimulus lingkungan rumah dan Wechsler Preschool and Primary Scale of Intelligence (WPPSI) untuk mengukur kemampuan kognitif anak. Hasil uji reabilitas pada alat ukur HOME menunjukan 0.699 dan WPPSI menunjukan 0.883. Hasil uji korelasi menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara stimulus lingkungan rumah dan kemampuan kognitif anak (r=0.236, p=0,025). Artinya semakin baik stimulus lingkungan rumah maka semakin baik juga kemampuan kognitif anak. Dalam tinjauan Islam terdapat hubungan antara stimulus lingkungan rumah dan kemampuan kognitif, yaitu ketika seorang anak yang mendapatkan stimulus yang baik maka sang anak memiliki kemampuan kognitif yang baik pula.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-485-PSI |
| Uncontrolled Keywords: | Anak, Kognitif, Stimulus Lingkungan, Tinjauan Islam. |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman L Education > LB Theory and practice of education L Education > LB Theory and practice of education > LB1501 Primary Education |
| Depositing User: | Fiiki Fahria |
| Date Deposited: | 16 Dec 2025 09:34 |
| Last Modified: | 16 Dec 2025 09:34 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/14411 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
