Salsabilla, Nabila Wahyu (2021) HUBUNGAN INFEKSI SALURAN KEMIH TERHADAP ANAK STUNTING DAN NON-STUNTING USIA 24-72 BULAN DI PANDEGLANG DAN TINJAUANYA MENURUT PANDANGAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
|
Text
1. COVER.pdf Download (98kB) |
|
|
Text
2. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (198kB) |
|
|
Text
3. SURAT PERNYATAAN.pdf Download (114kB) |
|
|
Text
4. ABSTRAK DAN ABSTRACT.pdf Download (131kB) |
|
|
Text
7. BAB I.pdf Download (181kB) |
|
|
Text
13. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (136kB) |
|
|
Text
8. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (695kB) |
|
|
Text
9. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (187kB) |
|
|
Text
10. BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (252kB) |
|
|
Text
11. BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (393kB) |
|
|
Text
12. BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (123kB) |
|
|
Text
14. LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (561kB) |
Abstract
Latar Belakang: Stunting adalah status gizi yang didasarkan pada Indeks Panjang Badan menurut Umur (PB/U) atau Tinggi Badan menurut Umur (TB/U) dibandingkan dengan standar baku WHO, nilai Zscorenya kurang dari -2SD dan dikategorikan sangat pendek jika nilai Zscorenya kurang dari -3SD. Prevalensi Stunting di Provinsi Banten merupakan salah satu provinsi yang memiliki peran pada tingginya prevalensi stunting di Indonesia. Faktor langsung seperti rendahnya asupan gizi dan penyakit infeksi yang salah satunya infeksi saluran kemih adalah faktor penyebabnya terjadi stuning. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ada tidaknya hubungan Infeksi Saluran Kemih terhadap anak Stunting dan Non-stunting usia 24-72 bulan di Pandenglang Banten dalam tinjauan islam. Metode: Jenis Penelitian yang digunakan adalah survey dengan rancangan penelitian cross sectional dan menggunakan total sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah anak usia 24-72 bulan pada pemberian telur Universitas Yarsi di Desa Kadugadung dan Puskesmas Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten. Hasil: Penelitian ini ditemukan bahwa 43 balita stunting (59,0%) yang mengalami ISK (8 15.1%) dan 30 balita tidak stunting (41,0%) yang terjadi ISK pada balita 3 (4%). Berdasarkan hasil uji Chi Square test tidak terdapat hubungan yang signifikan antara infeksi saluran kemih terhadap anak stunting dan-non stunting (p-value 0,525) di Pandeglang. Kesimpulan: Pentingnya bagi orang tua dan balita untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta asupan gizi yang dapat mencegah tubuh dari berbagai infeksi dan gagal pertumbuhan. Dengan memberi asupan gizi yang baik dan menjaga kebersihan diri maupun lingkungan, tubuh akan terhindar dari penyakit sehingga memudahkan kita dalam melaksanakan ibadah dan menjaga keturunan yang baik dan sehat.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-7719-FK |
| Uncontrolled Keywords: | Infeksi Saluran kemih, senitasi lingkungan, gizi, usia anak 24-72 bulan, Stunting |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RJ Pediatrics R Medicine > RJ Pediatrics > RJ101 Child Health. Child health services |
| Depositing User: | Nabila Salsabilla |
| Date Deposited: | 31 Jul 2026 04:35 |
| Last Modified: | 31 Jul 2026 04:35 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/13510 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
