Search for collections on Universitas YARSI Repository

PENGGUNAAN MEDIUM KULTUR BEBAS SERUM PADA HUMAN DERMAL FIBROBLAST (HDF) STUDI IN VITRO TERHADAP PROLIFERASI, MIGRASI, EKSPRESI GEN BASIC FIBROBLAST GROWTH FACTOR (BFGF) DAN KERATINOCYTE GROWTH FACTOR (KGF)

Hidayati, Nur Ilham Risma (2023) PENGGUNAAN MEDIUM KULTUR BEBAS SERUM PADA HUMAN DERMAL FIBROBLAST (HDF) STUDI IN VITRO TERHADAP PROLIFERASI, MIGRASI, EKSPRESI GEN BASIC FIBROBLAST GROWTH FACTOR (BFGF) DAN KERATINOCYTE GROWTH FACTOR (KGF). Masters thesis, Universitas YARSI.

[img]
Preview
Text
1. COVER.pdf

Download (23kB) | Preview
[img]
Preview
Text
HALAMAN PENGESAHAN - 2302021008.pdf

Download (57kB) | Preview
[img]
Preview
Text
HALAMAN PERNYATAAN - 2302018008.pdf

Download (24kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. ABSTRAK.pdf

Download (87kB) | Preview
[img]
Preview
Text
13. BAB I.pdf

Download (50kB) | Preview
[img]
Preview
Text
18. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (189kB) | Preview
[img] Text
14. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (299kB)
[img] Text
15. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (150kB)
[img] Text
16. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
17. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (34kB)
[img] Text
19. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (939kB)

Abstract

PENDAHULUAN Human dermal fibroblast (HDF) dapat digunakan sebagai agen regeneratif terapi untuk penyembuhan luka dan membutuhkan media kultur yang dilengkapi serum untuk memastikan kelangsungan hidup dan proliferasi sel. Serum yang digunakan saat ini berasal dari hewan atau fetal bovine serum (FBS). Komposisi yang terkandung dalam FBS dapat menyebabkan variasi dalam hasil penelitian, sehingga diperlukan suplemen pengganti serum yang tidak menyebabkan variasi dalam hasil penelitian, seperti knockout serum replacement (KOSR). Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis penggunaan KOSR dalam kultur HDF dengan melihat proliferasi, migrasi, ekspresi gen basic fibroblast growth factor (bFGF) dan keratinocyte growth factor (KGF). METODE Kultur HDF dibagi menjadi kelompok intervensi yang dikultur dengan KOSR 10% dan KOSR 5%, dan kelompok kontrol yang dikultur dengan FBS 10%. Penelitian uji proliferasi menggunakan reagen cell counting kit-8 (CCK-8), uji migrasi yang dievaluasi dengan menggunakan scratch-assay, uji ekspresi gen bFGF dan KGF dilakukan menggunakan reverse transcription polymerase chain (RT-PCR). Data dianalisis menggunakan software statistical program for social science (SPSS) versi 22 dengan melakukan uji T Dependen, uji One-Way Analysis of Variance (ANOVA) atau uji Kruskal Wallis. HASIL Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan kecepatan migrasi (p≥0,05), ekspresi gen bFGF dan KGF (p≥0,05) antar kelompok perlakuan FBS 10%, KOSR 10% dan KOSR 5%. Doubling time kelompok perlakuan KOSR 5% menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan (p≥0,05) antara hari perlakuan 2-6 dengan hari perlakuan 6-10. KESIMPULAN Medium KOSR 10% berpotensi digunakan sebagai media kultur pengganti FBS 10% dengan penambahan faktor pertumbuhan vascular endothelial growth factor (VEGF).

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: T-5-MBio
Uncontrolled Keywords: human dermal fibroblast, FBS, KOSR, proliferasi, migrasi, ekspresi gen bFGF dan KGF
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RL Dermatology
R Medicine > RZ Other systems of medicine
Depositing User: NUR Hidayati
Date Deposited: 16 Oct 2023 04:33
Last Modified: 16 Oct 2023 04:33
URI: http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/11901

Actions (login required)

View Item View Item