Search for collections on Universitas YARSI Repository

PENGARUH AKTIVITAS FISIK TERSTRUKTUR TERHADAP PENURUNAN KADAR HBA1C PADA ANGGOTA SANGGAR SENAM DITINJAU DARI KEDOKTERAN DAN ISLAM

ANAWATI, DYAH SRI (2018) PENGARUH AKTIVITAS FISIK TERSTRUKTUR TERHADAP PENURUNAN KADAR HBA1C PADA ANGGOTA SANGGAR SENAM DITINJAU DARI KEDOKTERAN DAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.

[img] Text
01. COVER.pdf

Download (80kB)
[img] Text
02. LEMBAR PENGESAHAN.pdf

Download (1MB)
[img] Text
05. ABSTRAK DAN KATA KUNCI.pdf

Download (130kB)
[img] Text
08. BAB I.pdf

Download (118kB)
[img] Text
09. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (177kB)
[img] Text
10. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (115kB)
[img] Text
11. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (117kB)
[img] Text
12. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (184kB)
[img] Text
13. BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (87kB)
[img] Text
14. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (111kB)
[img] Text
03. SURAT PERNYATAAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Latar Belakang: Kadar glukosa darah yang tinggi menyebabkan diabetes melitus (DM) yang disebut sebagai “the silent killer” karena dapat mengenai semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai keluhan atau penyakit, seperti gangguan pengelihatan, penyakit jantung, penyakit ginjal, impotensi, infeksi paru dan sebagainya. Aktivitas fisik merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi angka kejadian DM. Aktivitas fisik terstruktur adalah kegiatan yang direncanakan, memiliki tujuan tertentu seperti meningkatkan derajat kesehatan atau meningkatkan komponen fisik. Seseorang direkomendasikan untuk melakukan aktivitas fisik terstruktur (olahraga) minimal tiga kali seminggu dengan total waktu 150 menit per minggu. Parameter terbaik untuk menilai kadar glukosa darah adalah HbA1c. Berdasarkan pandangan ulama fikih, aktivitas fisik terstruktur atau disebut olahraga hukumnya mubah (boleh) selama tidak melanggar syariat Islam. Nabi Muhammad SAW juga menganjurkan kita untuk berolahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas fisik terstruktur terhadap penurunan kadar HbA1c ditinjau dari kedokteran dan Islam. Metode: Desain penelitian ini berupa eksperimental. Populasi dan sampel adalah anggota sanggar senam R di Cempaka Putih dan sanggar senam S di Johar Baru, Jakarta Pusat, dengan jumlah responden sebanyak 36 orang. Sampel dipilih berdasarkan metode purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan cara pengambilan darah secara langsung yang dilakukan oleh petugas laboratorium. Analisis data dilakukan dengan uji statistik t-test menggunakan metode Wilcoxon. Hasil: 36 responden mengikuti penelitian ini sejak awal, namun sebanyak 4 responden mengundurkan diri, 7 responden dieksklusi selama penelitian berlangsung karena tidak sesuai dengan kriteria penelitian, sehingga terdapat 25 responden yang dilakukan analisis uji statistik. Hasil yang didapatkan dari pengambilan data akhir pada subjek penelitian adalah sebanyak 16 responden mengalami peningkatan kadar HbA1c, 5 responden memiliki kadar HbA1c yang sama pada awal dan akhir pengambilan darah dan 4 responden mengalami penurunan kadar HbA1c. Hasil uji statistik menunjukkan nilai P=0,053. Kesimpulan: Aktivitas fisik terstruktur dapat menurunkan kadar HbA1c pada beberapa subjek penelitian, namun secara statistik penurunan ini tidak bermakna. Kata Kunci: aktivitas fisik terstruktur, HbA1c, anggota sanggar senam

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: S-6492-FK
Uncontrolled Keywords: Aktivitas fisik terstruktur, HbA1c, anggota sanggar senam
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RB Pathology
Depositing User: Unnamed user with email admin@yarsi.ac.id
Date Deposited: 09 Feb 2021 02:37
Last Modified: 14 Jun 2022 02:23
URI: http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/8661

Actions (login required)

View Item View Item