Search for collections on Universitas YARSI Repository

PERBANDINGAN TEKANAN INTRAOKULER PADA TERAPI TIMOLOL MALEAT DAN DORSOLAMID PADA PASIEN GLAUKOMA DITINJAU DARI KEDOKTERAN DAN ISLAM

RAMADHIANTI, PUTRI PRATIWI (2017) PERBANDINGAN TEKANAN INTRAOKULER PADA TERAPI TIMOLOL MALEAT DAN DORSOLAMID PADA PASIEN GLAUKOMA DITINJAU DARI KEDOKTERAN DAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.

[img] Text
COVER Putri Pratiwi.pdf

Download (81kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (73kB)
[img] Text
BAB I Putri Pratiwi.pdf

Download (489kB)
[img] Text
BAB II Putri Pratiwi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
BAB III Putri Pratiwi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text
BAB IV Putri Pratiwi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (82kB)
[img] Text
BAB V Putri Pratiwi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (89kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA 1.pdf

Download (141kB)
[img] Text
Lembar persetujuan-Pratiwi.pdf

Download (171kB)

Abstract

Glaukoma merupakan penyebab kebutaan tertinggi kedua di dunia setelah penyakit katarak. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) pada tahun 2010, diperkirakan 39 juta di dunia menderita kebutaan dan glaukoma menyumbang 3.2 juta di antaranya. Skripsi ini menerangkan perbandingan tekanan intraokuler pada terapi timolol maleat dan dorsolamid pada pasien glaukoma ditinjau dari kedokteran dan Islam. Menurut kedokteran, glaukoma merupakan suatu neuropati optik yang mengakibatkan hilangnya lapangan pandangan dan peningkatan tekanan intraokuler (TIO) yang diakibatkan gangguan outflow humor aquous. Tujuan terapi pada glaukoma adalah melindungi lapang pandang dan mencegah penurunan fungsi visual. Obat-obatan yang dapat digunakan pada glaukoma di antaranya adalah timolol maleat dan dorsolamid. Adanya efek samping berupa bradikardi dan bronkospasme pada penggunaan timolol maleat, sehingga penggunaan dorsolamid menjadi alternatif terapi pada pasien-pasien dengan kontraindikasi ?-blocker. Berdasarkan perspektif Islam, kesehatan merupakan rahmat dan nikmat Allah SWT yang sangat besar nilainya, oleh karena itu menjadi kewajiban setiap manusia untuk menjaganya. Kebolehan berobat dianggap sebagai sesuatu yang bermanfaat untuk mengurangi atau menghilangkan sakit, mengembalikan ke keadaan normal sehingga dapat menunaikan kewajiban dan tugas agama. Terapi timolol maleat dapat menurunkan TIO lebih besar dibandingkan dorsolamid, yakni sebesar 20.24 mmHg (52.13%) untuk timolol maleat dan sebesar 9.54 mmHg (31.6%) untuk dorsolamid dalam 2 bulan. Namun, penggunaan kombinasi dorsolamid dan timolol lebih efektif dan lebih cepat menurunkan tekanan intraokuler serta dapat mengurangi efek samping yang ditimbulkan pada masing-masing obat. Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor yang mempengaruhi keberhasilan terapi dan peningkatan TIO. Agama Islam sejalan dengan bidang kedokteran memandang glaukoma sebagai penyakit yang mendatangkan kerusakan dan kemudharatan sehingga harus disembuhkan. Karena penggunaan timolol maleat dan dorsolamid pada pasien glaukoma terbukti sangat bermanfaat maka hukumnya diperbolehkan. Kata Kunci : Glaukoma, Tekanan Intraokuler (TIO), Timolol Maleat, Dorsolamid

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: S-6212-FK
Uncontrolled Keywords: Glaukoma, Tekanan Intraokuler (TIO), Timolol Maleat, Dorsolamid
Subjects: L Education > L Education (General)
R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RE Ophthalmology
Depositing User: Unnamed user with email admin@yarsi.ac.id
Date Deposited: 09 Feb 2021 02:26
Last Modified: 16 Jun 2022 07:15
URI: http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/4512

Actions (login required)

View Item View Item