Shalicha, Ianka Zahra (2026) TINJAUAN ETIK KEDOKTERAN DAN LEGALITAS EUTHANASIA PADA PASIEN DENGAN KOMPLIKASI JANTUNG DAN TINJAUANNYA MENURUT ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
|
Text
1. COVER IANKA.pdf Download (180kB) |
|
|
Text
2. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (176kB) |
|
|
Text
3. SURAT PERNYATAAN.pdf Download (152kB) |
|
|
Text
4. ABSTRAK INDO IANKA.pdf Download (192kB) |
|
|
Text
9. BAB 1 IANKA.pdf Download (231kB) |
|
|
Text
15. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (225kB) |
|
|
Text
10. BAB 2 IANKA.pdf Restricted to Registered users only Download (412kB) |
|
|
Text
11. BAB 3 IANKA.pdf Restricted to Registered users only Download (336kB) |
|
|
Text
12. BAB 4 IANKA.pdf Restricted to Registered users only Download (305kB) |
|
|
Text
13. BAB 5 IANKA.pdf Restricted to Registered users only Download (308kB) |
|
|
Text
14. BAB 6 IANKA.pdf Restricted to Registered users only Download (98kB) |
Abstract
Euthanasia merupakan tindakan yang bertujuan mengakhiri kehidupan seseorang secara sengaja untuk mengurangi penderitaan akibat penyakit berat atau terminal. Pada pasien dengan komplikasi jantung stadium lanjut, isu euthanasia menimbulkan dilema karena kegagalan terapi, ketergantungan alat bantu hidup, serta pertimbangan kemanusiaan. Masalah ini tidak hanya berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga menyentuh dimensi etika kedokteran, legalitas hukum, dan agama. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau euthanasia pada pasien dengan komplikasi jantung dari perspektif etika kedokteran, legalitas hukum di Indonesia, serta tinjauannya menurut Islam. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan analitik terhadap jurnal ilmiah, buku, dan peraturan perundang-undangan yang relevan. Literatur dianalisis untuk mengkaji prinsip autonomy, beneficence, non-maleficence, ketentuan hukum positif, serta prinsip hifz al-nafs dalam Islam. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa euthanasia aktif secara umum tidak dapat dibenarkan secara etika kedokteran karena bertentangan dengan prinsip non-maleficence dan kewajiban dokter melindungi kehidupan. Dari aspek hukum, euthanasia aktif masih dilarang dalam sistem hukum Indonesia dan berpotensi dikualifikasikan sebagai tindak pidana. Dalam pandangan Islam, euthanasia baik aktif maupun pasif ditolak karena bertentangan dengan maqashid al-syariah, meskipun penghentian terapi yang bersifat futility treatment diperbolehkan tanpa niat mempercepat kematian. Kesimpulan: Euthanasia aktif tidak dapat diterima secara etik, hukum, maupun Islam. Pendekatan yang dianjurkan pada pasien dengan komplikasi jantung terminal adalah perawatan paliatif yang berfokus pada pengurangan penderitaan dan penjagaan martabat pasien
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-7948-FK |
| Uncontrolled Keywords: | euthanasia, komplikasi jantung, etika kedokteran, hukum kesehatan, Islam |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc H Social Sciences > H Social Sciences (General) R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RZ Other systems of medicine T Technology > T Technology (General) |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 12 Aug 2026 02:48 |
| Last Modified: | 12 Aug 2026 02:48 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/15528 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
