Fadhilah, Khansa Nina (2026) GAMBARAN TERAPI OBAT ANTI TUBERKULOSIS TERHADAP PERUBAHAN STATUS GIZI PENDERITA TB PARU PADA ANAK DI PUSKESMAS CIHERANG TAHUN 2025 DAN TINJAUANNYA MENURUT PANDANGAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
|
Text
01. COVER.pdf Download (75kB) |
|
|
Text
02. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (109kB) |
|
|
Text
03. SURAT PERNYATAAN.pdf Download (95kB) |
|
|
Text
04. ABSTRAK.pdf Download (114kB) |
|
|
Text
10. BAB I.pdf Download (109kB) |
|
|
Text
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (128kB) |
|
|
Text
11. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (298kB) |
|
|
Text
12. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (108kB) |
|
|
Text
13. BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (127kB) |
|
|
Text
14. BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (299kB) |
|
|
Text
15. BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (118kB) |
|
|
Text
17. LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (440kB) |
Abstract
Tuberkulosis (TB) paru pada anak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan sering disertai gangguan status gizi akibat menurunnya asupan nutrisi serta melemahnya sistem imun. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran terapi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) terhadap perubahan status gizi pada anak penderita TB paru di Puskesmas Ciherang tahun 2025. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain retrospektif menggunakan data sekunder rekam medis pasien TB paru anak di Puskesmas Ciherang tahun 2025 dengan jumlah sampel 40 anak yang memenuhi kriteria inklusi. Penilaian status gizi anak usia 0–60 bulan menggunakan indikator berat badan menurut umur (BB/U), panjang atau tinggi badan menurut umur (PB atau TB/U), dan berat badan menurut tinggi badan (BB/TB), sedangkan anak usia 5–18 tahun menggunakan indikator indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon untuk menilai perbedaan status gizi sebelum dan sesudah terapi OAT. Hasil: Proporsi status gizi normal pada anak usia 0–60 bulan berdasarkan BB/U meningkat dari 20% menjadi 37,5%, sedangkan berat badan kurang menurun dari 22,5% menjadi 2,5%; berdasarkan BB/TB, gizi buruk menurun dari 7,5% menjadi 0% dan gizi kurang dari 15% menjadi 2,5%, sementara gizi baik meningkat dari 17,5% menjadi 32,5%. Pada anak usia 5–18 tahun berdasarkan IMT/U, proporsi gizi kurang menurun dari 22,5% menjadi 12,5% dan gizi baik meningkat dari 22,5% menjadi 27,5%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara status gizi sebelum dan sesudah terapi OAT baik pada indikator BB/TB (Z = −3,153; p = 0,002) maupun IMT/U (Z = −3,000; p = 0,003). Kesimpulan: Terapi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) berhubungan secara signifikan dengan perubahan dan perbaikan status gizi pada anak penderita TB paru di Puskesmas Ciherang tahun 2025.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-7922-FK |
| Uncontrolled Keywords: | Tuberkulosis Paru Anak, Obat Anti Tuberkulosis, Status Gizi, OAT |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc H Social Sciences > H Social Sciences (General) Q Science > QR Microbiology > QR180 Immunology R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RB Pathology R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 10 Aug 2026 07:39 |
| Last Modified: | 10 Aug 2026 07:39 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/15503 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
