Syafina, Syafina (2026) PENERAPAN ASAS IN DUBIO PRO REO BAGI KORBAN TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 3011 K/Pid.Sus/2025). Diploma thesis, Universitas YARSI.
|
Text
1. Halaman Sampul.pdf Download (135kB) |
|
|
Text
6. Halaman Pengesahan Tim Penguji Skripsi.pdf Download (273kB) |
|
|
Text
4. Halaman Pernyataan Orisinalitas Skripsi.pdf Download (249kB) |
|
|
Text
9. Abstrak.pdf Download (181kB) |
|
|
Text
12. Bab I.pdf Download (415kB) |
|
|
Text
17. Daftar Pustaka.pdf Download (276kB) |
|
|
Text
13. Bab II.pdf Restricted to Registered users only Download (326kB) |
|
|
Text
14. Bab III.pdf Restricted to Registered users only Download (410kB) |
|
|
Text
15. Bab IV.pdf Restricted to Registered users only Download (462kB) |
|
|
Text
16. Bab V.pdf Restricted to Registered users only Download (181kB) |
|
|
Text
18. Lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (121kB) |
Abstract
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui terkait penerapan asas in dubio pro reo bagi korban tindak kekerasan seksual, pertimbangan hakim dalam putusan mahkamah agung nomor 3011 k/pid.sus/2025 dan pandangan islam terhadap penerapan asas in dubio pro reo dalam perkara kekerasan seksual. Metode dalam penelitian ini adalah hukum normatif untuk menganalisis penerapan asas hukum, khususnya asas in dubio pro reo, dalam putusan Mahkamah Agung terkait tindak pidana kekerasan seksual. Bahan hukum yang dipergunakan untuk dianalisis dalam penelitian hukum normatif terdiri atas bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Pengolahan dan analisis data dalam penelitian hukum yang menggunakan data sekunder dilakukan dengan cara yang sistematis dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penerapan asas in dubio pro reo dalam kasus kekerasan seksual di Indonesia menciptakan ketegangan antara keadilan formal yang melindungi terdakwa dan keadilan substantif yang seringkali terhambat oleh sifat privat kasus dan reviktimisasi. Untuk mengatasi ini, diperlukan solusi terintegrasi dengan penguatan layanan pendukung korban (LPPT, KPPPA, konseling, pendampingan hukum, sidang tertutup), reformasi KUHAP agar mengakomodasi bukti sirkumstansial dan forensik digital tanpa membalik beban pembuktian, serta pelatihan hakim untuk evaluasi keraguan proporsional dan integrasi keadilan restoratif. Studi kasus Arsad menunjukkan inkonsistensi peradilan dalam menerapkan asas ini, mengganggu kepastian hukum dan merugikan korban. Hukum pidana Islam, melalui asas in dubio pro reo dan konsep ta'zir, menawarkan fleksibilitas untuk menyeimbangkan perlindungan terdakwa dan hak korban dengan mempertimbangkan bukti kontemporer, selaras dengan semangat keadilan inklusif.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-1138-FH |
| Uncontrolled Keywords: | Asas In Dubio Pro Reo, Pelecehan Seksual, Ta'zir. |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) K Law > K Law (General) L Education > L Education (General) |
| Depositing User: | Syafina Syafina |
| Date Deposited: | 13 Aug 2026 06:42 |
| Last Modified: | 19 Aug 2026 02:10 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/15117 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
