Farisy, Gayo Wanodya (2025) PERAN KETIDAKMAMPUAN REGULASI EMOSI TERHADAP FUNGSI NON-SUICIDAL SELF-INJURY (NSSI) PADA EMERGING ADULT YANG MENGALAMI PERCERAIAN ORANG TUA SERTA TINJAUANNYA MENURUT PANDANGAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
|
Text
01. COVER.pdf Download (34kB) |
|
|
Text
04. LEMABR PENEGSAHAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
02. LEMBAR PERNYATAAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
08. ABSTRAK.pdf Download (121kB) |
|
|
Text
13. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (381kB) |
|
|
Text
19. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (271kB) |
|
|
Text
14. BAB 2 TINJAUAN LITERATUR.pdf Restricted to Registered users only Download (51kB) |
|
|
Text
15. BAB 3 METODE PENELITIAN.pdf Restricted to Registered users only Download (477kB) |
|
|
Text
16. BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Registered users only Download (321kB) |
|
|
Text
17. BAB 5 HASIL DAN PENELITIAN MENURUT PANDANGAN ISLAM.pdf Restricted to Registered users only Download (330kB) |
|
|
Text
18. BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN.pdf Restricted to Registered users only Download (13kB) |
|
|
Text
20. LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Non-suicidal self-injury (NSSI) adalah tindakan menyakiti diri tanpa niat bunuh diri, seperti menggores kulit, atau memukul diri, yang sering ditemukan pada emerging adult, terutama mereka yang mengalami perceraian orang tua. Perceraian orang tua sering menimbulkan tekanan emosional yang tinggi. Jika tidak disertai dengan kemampuan regulasi emosi yang memadai, individu cenderung melampiaskan emosinya melalui perilaku menyakiti diri. Perilaku NSSI biasanya berfungsi untuk meredakan/mengelola emosi negatif (intrapersonal) atau mencari perhatian/pertolongan dari orang lain (interpersonal). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran ketidakmampuan regulasi emosi terhadap fungsi perilaku NSSI pada emerging adult yang mengalami perceraian orang tua, serta tinjauannya pada pandangan Islam. Sampel terdiri dari 56 partisipan yang dipilih secara purposive sampling, berusia 18-28 tahun dengan pengalaman melukai diri dan perceraian orang tua. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif tipe korelasional. Instrumen yang digunakan adalah Inventory of Statements About Self-injury (ISAS) untuk mengukur NSSI dan Difficulties In Emotion Regulation Scale – Short Form (DERSSF) untuk mengukur ketidakmampuan regulasi emosi. Analisis dengan uji regresi linear sederhana menunjukkan bahwa ketidakmampuan regulasi emosi berperan signifikan terhadap fungsi perilaku NSSI (p < 0,05) baik pada fungsi interpersonal sebesar 10,7% maupun intrapersonal sebesar 16,3%. Dalam pandangan Islam, Individu yang tidak mendapatkan pembinaan nilai dan kontrol diri yang baik, terutama dalam konteks keimanan, cenderung melampiaskan konflik batinnya melalui perilaku menyimpang seperti menyakiti diri sendiri. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi yang menggabungkan pendekatan psikologis dan nilai-nilai keagamaan untuk mencegah NSSI pada individu dari keluarga bercerai.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-521-PSI |
| Uncontrolled Keywords: | non-suicidal self-injury (NSSI), ketidakmampuan regulasi emosi, emerging adult, perceraian orang tua, Islam |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman |
| Depositing User: | Gayo Farisy |
| Date Deposited: | 08 Jul 2026 02:31 |
| Last Modified: | 08 Jul 2026 02:37 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/14919 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
