Search for collections on Universitas YARSI Repository

PERUBAHAN BERAT BADAN PASIEN HIV/AIDS SETELAH PEMBERIAN TERAPI ARV DI RSUD KOJA, RSUD PASAR REBO, DAN RS JAKARTA TAHUN 2015 – 2018 DAN TINJAUANNYA MENURUT PANDANGAN ISLAM

SYAFIQAH, KHANSA ALIFIA (2019) PERUBAHAN BERAT BADAN PASIEN HIV/AIDS SETELAH PEMBERIAN TERAPI ARV DI RSUD KOJA, RSUD PASAR REBO, DAN RS JAKARTA TAHUN 2015 – 2018 DAN TINJAUANNYA MENURUT PANDANGAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.

[img] Text
01. COVER.pdf

Download (61kB)
[img] Text
02. LEMBAR PENGESAHAN.pdf

Download (123kB)
[img] Text
03. SURAT PERNYATAAN.pdf

Download (121kB)
[img] Text
05. ABSTRAK DAN KATA KUNCI.pdf

Download (115kB)
[img] Text
08. BAB I.pdf

Download (151kB)
[img] Text
09. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
10. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (122kB)
[img] Text
11. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
12. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (380kB)
[img] Text
13. BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (58kB)

Abstract

Latar Belakang: Upaya untuk menanggulangi penyebaran HIV/AIDS sudah dilakukan sejak ditemukannya obat Antiretroviral (ARV) pada tahun 1996. ARV bekerja melawan infeksi dengan cara memperlambat reproduksi HIV dalam tubuh. membuat mereka lebih sehat, dan lebih produktif dengan mengurangi viraemia dan meningkatkan jumlah sel-sel CD4. Respon terhadap terapi ARV ditunjukkan dengan adanya perbaikan surrogate marker (petanda pengganti) perkembangan penyakit HIV/AIDS, di antaranya adalah jumlah CD4 dan berat badan. Terapi ARV dapat meningkatkan status imunologi dan kelangsungan hidup walaupun terdapat beberapa efek samping. Metode : Penelitian non eksperimental dan bersifat deksriptif. Data diambil dari rekam medik pasien HIV/AIDS yang memiliki kriteria inklusi yaitu, penderita berusia > 18 tahun, penderita sedang menjalani terapi ARV ≥ 6 bulan dan memuat data berat badan sebelum dan sesudah pemberian ARV. Penelitian ini dilakukan di RSUD Koja, RSUD Pasar Rebo, dan RS Jakarta tahun 2015 – 2018. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling. Hasil: Jumlah responden yang didapat pada Rumah Sakit Jakarta, RSUD Pasar Rebo dan RSUD Koja tahun 2015 – 2018 sebanyak 429 pasien HIV/AIDS. Setelah dikurangi dengan kriteria eksklusi, maka didapatkan jumlah sampel sebanyak 184 pasien HIV/AIDS. Berdasarkan analisis,pada pasien yang sudah mendapatkan terapi ARV mengalami peningkatan berat badan dan penurunan berat badan. Rata – rata pasien mengalami peningkatan berat badan sebesar 0 – 10 kg sebanyak 111 pasien (61.00%), dan mengalami penurunan berat badan sebesar 0 – 10 kg sebanyak 28 pasien (15.00%). Kesimpulan: Terdapat peningkatan berat badan pasien HIV/AIDS setelah pemberian terapi ARV pada RSUD Koja, RSUD Pasar Rebo, dan RS Jakarta. Pada hasil statistic, tidak terdapat hubungan antara kelompok umur, jenis kelamin, dan jenis regimen terapi ARV terhadap perubahan berat badan pasien HIV/AIDS setelah pemberian ARV. Menurut Pandangan Islam, Allah SWT memerintahkan manusia untuk berobat di kala ia sakit dan Islam tidak menginginkan orang sakit tanpa usaha (Ikhtiar) karena Nabi Muhammad SAW telah bersabda bahwa setiap penyakit itu ada obatnya. Ikhtiar dapat dilakukan dengan cara mencari dan melakukan pengobatan atau minum obat secara teratur yang bertujuan untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. Selain berikhtiar, manusia juga harus bersabar dalam menghadapi musibah seperti penyakit karena sakit terkadang menjadi teguran bagi seorang hamba Allah SWT agar seseorang kembali ke jalan yang benar.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: S-6607-FK
Uncontrolled Keywords: Berat Badan, Antiretroviral, HIV/AIDS.
Subjects: Q Science > QP Physiology
R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Depositing User: Unnamed user with email admin@yarsi.ac.id
Date Deposited: 14 Sep 2022 03:51
Last Modified: 14 Sep 2022 03:51
URI: http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/9787

Actions (login required)

View Item View Item