Lorenza, Dhina (2017) PENENTUAN KADAR MALONDIALDEHID (MDA) PADA SALIVA PRIA PEROKOK USIA 45 - 59 TAHUN DITINJAU DARI KEDOKTERAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
|
Text
Cover.pdf Download (19kB) | Preview |
|
|
Text
Abstrak.pdf Download (288kB) | Preview |
|
|
Text
Lembar Persetujuan.pdf Download (268kB) | Preview |
|
|
Text
Bab 1.pdf Download (357kB) | Preview |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Download (303kB) | Preview |
|
Text
Bab 2.pdf Restricted to Registered users only Download (375kB) |
||
Text
Bab 3.pdf Restricted to Registered users only Download (218kB) |
||
Text
Bab 4.pdf Restricted to Registered users only Download (295kB) |
||
Text
Bab 5.pdf Restricted to Registered users only Download (966kB) |
||
Text
Bab 6.pdf Restricted to Registered users only Download (187kB) |
Abstract
Latar Belakang: Jumlah perokok di Indonesia meningkat baik pria maupun wanita. Hasil Riskesdas menunjukan bahwa perokok pria 67% dan sisanya adalah perokok wanita. Merokok dapat menjadi perilaku yang bersifat objektif yang dapat menjadi suatu kebiasaan dan menghasilkan keinginan yang lebih kuat untuk mengalami ketagihan. Asap rokok dapat menimbulkan stres oksidatif yang di tandai dengan meningkatnya kadar Malondialdehid sebagai marker stres oksidatif pada membran sel. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rokok terhadap kadar Malondialdehid saliva perokok usia 45-59 tahun. Metode: Dengan analisa quota sampling secara cross sectional. Data dianalisa menggunakan SPSS ver24 32bit for windows untuk melihat perbandingan kadar Malondialdehid antara perokok dan bukan perokok. Hasil: Dari hasil analisa diperoleh kadar Malondialdehid perokok pria 0,503 ± 0,108 sedangkan pada sampel yang bukan perokok 0,190 ± 0,047. Terjadi perbedaan yng signifikan antar kadar Malondialdehid ( P=0,001). Menurut ajaran Islam bagi yang berpendapat bahwa haramnya merokok karena dapat merusak diri sendiri dan orang lain, sebagaimana sabada Rasululllah saw: “Barang siapa yang memudharatkan (merusak) seorang muslim lain maka Allah akan menyulitkan orang itu ( HR Abu Daud Tarmidzi) dan “Segala sesuatu yang membahayakan diri sendiri atau membahayakan orang ain hukumnya dilarang” ( HR Al-Jami ). Kesimpulan: Terjadi perbedaan kadar Malondialdehid pada perokok dan bukan perokok dari pria usia 45-59 tahun. Perbedaan kadar Malondialdehid ini menunjukan tingkat stres oksidatif dari kedua sampel. Kata Kunci: Rokok; Malondialdehid; Pria; Saliva
Item Type: | Thesis (Diploma) |
---|---|
Additional Information: | S-6184-FK |
Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
Depositing User: | Unnamed user with email admin@yarsi.ac.id |
Date Deposited: | 12 Jul 2021 06:32 |
Last Modified: | 12 Jul 2021 06:32 |
URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/9048 |
Actions (login required)
View Item |