Search for collections on Universitas YARSI Repository

ASPEK MEDIKOLEGAL PEMERKOSAAN AYAH TERHADAP ANAK KANDUNG DITINJAU DARI KEDOKTERAN DAN ISLAM

HAIRINA, AMALIA (2016) ASPEK MEDIKOLEGAL PEMERKOSAAN AYAH TERHADAP ANAK KANDUNG DITINJAU DARI KEDOKTERAN DAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.

[img]
Preview
Text
07.DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (143kB) | Preview
[img]
Preview
Text
02.BAB 1.pdf

Download (90kB) | Preview
[img] Text
03.BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (246kB)
[img] Text
04.BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (418kB)
[img] Text
05.BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (124kB)
[img] Text
06.BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (15kB)
[img] Text
COVER-AMALIA.pdf

Download (121kB)
[img] Text
ABSTRAK-AMALIA.pdf

Download (125kB)
[img] Text
Lembar persetujuan-Amalia.pdf

Download (225kB)

Abstract

Pemerkosaan ayah terhadap anak kandung merupakan aktivitas seksual yang ilegal atau sosial tabu atau antara anggota keluarga yang kerabat dekat dan yang dilarang oleh hukum untuk menikah, misalnya, antara ayah dan anak atau ibu dan anak. Pelaku yang lebih tua dan lebih kuat dalam perilaku pemerkosaan ayah terhadap anak kandung biasanya adalah laki-laki. Penyiksaan yang paling sering adalah oleh ayah, ayah tiri, paman, dan saudara kandung yang lebih tua.Yang paling sering menjadi korban dari perilaku pemerkosaan ayah terhadap anak kandung ini adalah anak perempuan dari pada anak laki-laki. Kira-kira 75% kasus yang dilaporkan melibatkan pemerkosaan ayah terhadap anak kandung antara ayah dan anak perempuan. Statistik nasional menunjukkan pada tahun 1980, bahwa laporan kepada badan-badan merupakan sekitar 7% dari semua penganiayaan anak, dan hanya 2% dari 1% adalah kasus pemerkosaan ayah terhadap anak kandung. Secara garis besar penyebab pemerkosaan ayah terhadap anak kandung digolongkan menjadi dua golongan, yaitu faktor penyebab yang sifatnya eksternal dan factor penyebab yang sifatnya internal. Pertanggung jawaban pidana terhadap pelaku pemerkosaan ayah terhadap anak kandung, menurut KUHP hanya relevan dengan Pasal 294 ayat (1) dan Pasal 295 ayat (1) butir (1). Dalam Pasal ini tidak dikenal pidana penjara dan denda paling sedikit atau minimalnya, hanya mengenal pidana penjara paling banyak atau maksimal saja, yaitu : 7 (tujuh) tahun pada Pasal 294 ayat (1)dan 5 (lima) tahun untuk Pasal 295 ayat (1) butir (1). Menurut sudut pandang Islam fakta pemerkosaan ayah terhadap anak kandung ini adalah fakta zina, karena hubungan seksual tersebut dilakukan tanpa ikatan pernikahan yang sah. Segala bentuk pemaksaan seksual seperti pemerkosaan dilarang dalam Islam. Penegakan hukum bagi pelaku harus dilakukan agar menimbulkan efek jera. Hukuman bagi pelaku pemerkosaan dicambuk seratus kali dan dibuang selama satu tahun, hal ini berlaku bagi perawan atau perjaka (orang yang belum pernah menikah) dan dirajam sampai mati, hal ini berlaku bagi pezina muhsan, yaitu orang yang pernah terikat pernikahan, baik masih terikat pernikahan ataupun yang sudah bercerai. Apabila korban pemerkosaan ayah terhadap anak kandung hamil, maka anak yang lahir di luar perkawinan hanya mempunyai hubungan nasab dengan ibunya dan keluarga ibunya. Demikian pula dengan mewarisi harta hanya mewarisi harta ibunya.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: S-6245-FK
Uncontrolled Keywords: Pemerkosaan ayah terhadap anak kandung, Father and Daughter, Aspek medikolegal
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
L Education > L Education (General)
R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Depositing User: Unnamed user with email admin@yarsi.ac.id
Date Deposited: 09 Feb 2021 02:26
Last Modified: 17 Jun 2022 02:52
URI: http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/4542

Actions (login required)

View Item View Item