Search for collections on Universitas YARSI Repository

PENGGUNAAN ADALIMUMAB PADA UVEITIS NON INFEKSI DITINJAU DARI KEDOKTERAN DAN ISLAM

NOOR, CHAIRUNA (2017) PENGGUNAAN ADALIMUMAB PADA UVEITIS NON INFEKSI DITINJAU DARI KEDOKTERAN DAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.

[img] Text
01.COVER.pdf

Download (80kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (62kB)
[img] Text
03.BAB I.pdf

Download (114kB)
[img] Text
04.BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB)
[img] Text
05.BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text
06.BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (78kB)
[img] Text
07.BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (87kB)
[img] Text
08.DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (120kB)
[img] Text
Lembar persetujuan-Noor.pdf

Download (243kB)

Abstract

Uveitis merupakan inflamasi di uvea yaitu iris, badan siliar dan koroid yang menimbulkan kebutaan. Insiden uveitis di Amerika Serikat dan di seluruh dunia diperkirakan sebesar 15 kasus per 100.000 penduduk. Adalimumab merupakan obat terbaru dalam pengobatan uveitis non infeksi. Tujuan skripsi ini adalah mengetahui efektifitas dan keamanan penggunaan adalimumab pada uveitis non infeksi ditinjau dari kedokteran dan Islam. Menurut ilmu kedokteran, uveitis non infeksi adalah inflamasi uvea yang disebabkan penyakit autoimun atau neoplasma di organ lain. Mediator inflamasi sitokin tumor necrosis factor-? (TNF-?) diduga berperan penting sebagai penyebab peradangan uveitis. Pada pasien uveitis didapatkan peningkatan kadar serum TNF-?. Adalimumab adalah agen imunoglobulin yang dapat mengikat TNF-? sehingga mencegah interaksi TNF-? dengan reseptornya pada sel inflamasi dan menetralkan aktivitas sitokin. Berdasarkan perspektif Islam, anjuran berobat saat sakit bertujuan mencegah suatu penyakit bertambah berat merupakan kewajiban peringkat utama (Dlaruriyah). Penggunaan adalimumab yang bermanfaat bagi pasien uveitis non infeksi diperbolehkan karena pada prinsip hukum Islam adalah menghilangkan atau menjauhi yang memudharatkan, membahayakan atau merusak dan memperbolehkan segala sesuatu yang bermanfaat (ibahah). Kedokteran dan Islam sependapat bahwa uveitis non infesi merupakan suatu kondisi penyakit fisik yang mendatangkan kerusakan dan kemudharatan sehingga harus disembuhkan. Penggunaan adalimumab pada pasien uveitis non infeksi terbukti sangat bermanfaat maka hukumnya diperbolehkan dalam Islam. Adalimumab secara signifikan menurunkan risiko flare uveitis atau perburukan BCVA (bestcorrected visual acuity) pada pasien non infeksi. Mengingat penyebab uveitis tidak dapat diketahui dengan pasti, hendaknya dilakukan skrining bagi pasien atau keluarga yang memiliki faktor risiko. Pendekatan keagamaan penting diterapkan dalam memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga. Kata Kunci : Uveitis Non Infeksi, Adalimumab

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: S-6203-FK
Uncontrolled Keywords: Uveitis Non Infeksi, Adalimumab
Subjects: L Education > L Education (General)
R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RC Internal medicine
Depositing User: Unnamed user with email admin@yarsi.ac.id
Date Deposited: 09 Feb 2021 02:26
Last Modified: 15 Jun 2022 05:11
URI: http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/4503

Actions (login required)

View Item View Item