Syahutami, Amelia Muslimah (2014) DETEKSI DINI GANGGUAN PENDENGARAN PADA BAYI DENGAN HIPERBILIRUBINEMIA DITINJAU DARI KEDOKTERAN DAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
Preview |
Text
S 4697 FK_COVER.pdf Download (201kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4697 FK_SURAT PERSETUJUAN.pdf Download (139kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4697 FK_ABSTRAK.pdf Download (474kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4697 FK_BAB 1.pdf Download (137kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4697 FK_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (139kB) | Preview |
|
Text
S 4697 FK_BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
S 4697 FK_BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (388kB) |
|
|
Text
S 4697 FK_BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (112kB) |
|
|
Text
S 4697 FK_BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (117kB) |
Abstract
Hasil penelitian dan pendapat para ahli mengenai gangguan pendengaran pada bayi dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan Otoacustic Emission (OAE) dan Automated ABR (BERA Otomatik) yang menjadi baku emas skrining gangguan pendengaran. Tujuan umum dari skripsi ini untuk mendapatkan informasi mengenai gangguan pendengaran pada bayi, sedangkan tujuan khususnya adalah mengetahui cara mendiagnosis, penyebab dari gangguan pendengaran pada bayi, penanganan dengan cara deteksi dini pada bayi dengan hiperbilirubinemia serta pandangan Islam mengenai deteksi dini gangguan pendengaran pada bayi dengan hiperbilirubinemia. Pada pemeriksaan emisi otoakustik stimulus bunyi tertentu diberikan melalui loudspeaker mini yang terletak dalam sumbat telinga (insert probe). Mikrofon digunakan untuk mendeteksi emisi otoakustik, kemudian diubah menjadi elektrik agar mudah diproses. Sedangkan BERA (Brainstem Evoked Response Audiometry) menilai perubahan potensial listrik di otak yang timbul setelah pemberian stimulus suara. BERA berfungsi untuk menilai integritas saraf sepanjang jalur pendengaran. Ditinjau dari Islam pemeriksaan emisi otoakustik dan Brainstem Evoked Response Audiometry ini diperbolehkan karena bermanfaat bagi kemashlahatan umat khususnya bagi bayi yang lahir dengan memiliki faktor resiko terjadinya gangguan pendengaran seperti hiperbilirubinemia dan dilakukan oleh ahlinya, menggunakan alat dan bahan serta cara yang tidak bertentangan dengan syar'i. Islam juga mengajarkan untuk melakukan pencegahan dalam hal ini deteksi dini pada bayi yang lahir sebelum terjadinya penyakit. Islam mengatakan suatu penyakit termasuk gangguan pendengaran ini beserta faktor resikonya adalah suatu ujian dan cobaan bagi penderitanya. Kedokteran dan Islam memperbolehkan deteksi dini gangguan pendengaran pada bayi dengan hiperbilirubinemia dengan pemeriksaan emisi otoakustik dan Brainstem Evoked Response Audiometry karena tindakan tersebut bermanfaat. Pemeriksaan ini diharapkan tidak memperburuk tubuh pasiennya dan dapat menginspirasi masyarakat khususnya para dokter untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya bidang kesehatan demi kemajuan masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-4697-FK |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc L Education > L Education (General) R Medicine > RC Internal medicine R Medicine > RF Otorhinolaryngology R Medicine > RJ Pediatrics > RJ101 Child Health. Child health services |
| Divisions: | Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Chemistry |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 09 Feb 2021 02:24 |
| Last Modified: | 29 Jun 2026 03:16 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/3944 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
