Devika, Pritta (2013) DEPRESI YANG TERINDUKSI INTERFERON ALFA PADA TERAPI MELANOMA MALIGNA DITINJAU DARI KEDOKTERAN DAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
Preview |
Text
_S 4334 FK_COVER.pdf Download (154kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4334 FK_LEMBAR PERSETUJUAN.pdf Download (146kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4334 FK_ABSTRAK.pdf Download (124kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4334 FK_BAB 1.pdf Download (162kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4334 FK_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (126kB) | Preview |
|
Text
S 4334 FK_BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (368kB) |
|
|
Text
S 4334 FK_BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (270kB) |
|
|
Text
S 4334 FK_BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (126kB) |
|
|
Text
S 4334 FK_BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (158kB) |
Abstract
Melanoma maligna (MM) merupakan suatu keganasan sel melanosit yang dapat terjadi pada kulit, mata, telinga, traktus gastrointestinal, leptomeningen, dan membran mukosa oral atau genital. Definisi lain dari melanoma maligna yaitu tumor ganas kulit yang berasal dari system melanositik kulit (melanosit) dengan gambaran berupa lesi kehitam-hitaman pada kulit. Melanoma maligna bersifat multifaktorial dan berkaitan dengan berbagai faktor risiko yaitu kulit terang (tipe I dan II), paparan sinar matahari berlebihan, lepuh kulit akibat terbakar sinar matahari, mole (tahi lalat) displastik yang jumlahnya banyak. Terapi untuk MM adalah kemoterapi, terapi vaksin, dan terapi sitokin dengan interferon alfa atau interleukin-2. Interferon adalah keluarga dari protein-protein yang terjadi secara alami yang dibuat dan diproduksi oleh sel sistem imun. Interferon, terutama alfa dan beta memiliki peranan penting dalam pertahanan terhadap infeksi virus. Dari beberapa studi diketahui bahwa penggunaan interferon menyebabkan depresi mayor secara bermakna yang berpengaruh terhadap perubahan imunitas baik humoral maupun seluler. Teori makrofag depresi dirumuskan oleh Smith pada tahun 1991. Hipotesis ini mengusulkan bahwa sekresi berlebihan dari sitokin makrofag seperti interleukin (IL)-I, tumor necrosis factor-a (TNF-a), dan interferon-a (IFN- a) adalah penyebab dari beberapa kasus depresi berat. Paroxetine dapat digunakan pada penderita melanoma maligna yang sedang menjalani terapi menggunakan interferon alfa. Hal tersebut bertujuan untuk menekan efek depresi yang mungkin dapat terjadi akibat penggunaan interferon alfa dosis tinggi. Dilihat dari perspektif Islam, depresi merupakan suatu penyakit yang mengancam jiwa dan kehidupan. Oleh karena itu, orang yang mengalami depresi harus segera mendapat pengobatan. Depresi berakibat buruk kepada kehidupan manusia. Islam memandang bahwa jika yang terganggu pada jiwa, seperti sedih sehingga tidak mampu berpikir serta kehilangan kesadaran normal dan bahkan melakukan tindakan bunuh diri, ini disebut depresi. Berbagai macam cara yang dianjurkan agama Islam untuk mengatasi depresi yang dialami manusia, antara lain adalah Islam menganjurkan untuk harus selalu fokus membaca Al-Qur’an, memahami makna yang terkandung di dalamnya dan memperluas pengetahuan tentang agama Islam. Depresi yang diakibatkan penggunaan interferon alfa dosis tinggi pada terapi melanoma maligna menurut hukum Islam adalah boleh dan halal. Islam memandang bahwa segala sesuatu yang diperoleh dengan cara yang halal dan tidak ada unsur haramnya maka diperbolehkan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-4334-FK |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc L Education > L Education (General) R Medicine > RB Pathology R Medicine > RC Internal medicine R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions: | Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Chemistry |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 09 Feb 2021 02:24 |
| Last Modified: | 20 Apr 2026 03:26 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/3919 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
