Primatya, Kenny (2014) MANFAAT SPIRONOLACTONE SEBAGAI PENDAMPING METFORMIN PADA TERAPI POLYCYSTIC OVARIAN SYNDROME DITINJAU DARI KEDOKTERAN DAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
Preview |
Text
S 4630 FK_COVER.pdf Download (51kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4630 FK_LEMBAR PERSETUJUAN.pdf Download (125kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4630 FK_ABSTRAK.pdf Download (120kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4630 FK_BAB 1.pdf Download (156kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4630 FK_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (128kB) | Preview |
|
Text
S 4630 FK_BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
S 4630 FK_BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (164kB) |
|
|
Text
S 4630 FK_BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (120kB) |
|
|
Text
S 4630 FK_BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (123kB) |
Abstract
Polycystic ovarian syndrome merupakan kondisi klinis dan metabolik yang sering terjadi pada perempuan usia reproduktif. Pada jangka pendek, keadaan ini menyebabkan disfungsi reproduksi, sedangkan untuk jangka panjang akan menyebabkan disfungsi metabolik. Tujuan penulisan skripsi ini adalah Memberikan informasi tentang manfaat spironolactone sebagai pendamping metformin pada terapi polycystic ovarian syndrome berdasarkan kedokteran dan Islam. Ditinjau dari kedokteran, polycystic ovarian syndrome merupakan kelainan heterogenik, yang ditandai dengan oligo-anovulasi, gangguan menstruasi dan kelebihan androgen. Meskipun patofisiologinya belum dapat ditentukan dengan pasti, diduga resistensi insulin menjadi kunci dari penyakit ini. Karena itu metformin sudah lama digunakan dalam penatalaksanaan penyakit ini, sementara spironolactone sudah umum digunakan sebagai terapi pada kelebihan produksi androgen yang juga pada terjadi pada pasien dengan polycystic ovarian syndrome. Dan ternyata kombinasi dari keduanya memberikan manfaat yang lebih baik daripada penggunaan obat-obat ini sebagai monoterapi. Tinjauan Islam terhadap penggunaan spironolactone sebagai pendamping metformin pada terapi polycystic ovarian syndrome pada dasarnya dapat diberikan kepada pasien selama banyak memberikan manfaat dan tidak menimbulkan mudharat, tetapi apabila menimbulkan banyak kemudharatan, maka kebolehan akan berubah menjadi larangan. Saran penulis kepada wanita dengan polycystic ovarian syndrome disarankan untuk memeriksakan penyakitnya ke dokter dan mengkonsumsi dengan teratur obat-obatan yang diberikan. Dan aktif mencari tahu tentang penyakitnya. Selain mendapatkan pengobatan medis, penderita juga disarankan untuk mendapatkan konseling agama agar dapat menerima dan bersabar dengan penyakitnya. Pada dokter disarankan untuk lebih banyak memberikan informasi tentang polycystic ovarian syndrome serta manfaat dari pengobatannya kepada penderita serta menjadi komunikator dan edukator yang baik agar penderita memahami penyakitnya dan termotivasi untuk terus berobat. Bagi pada Da’I lebih banyak memberikan informasi mengenai keharusan berobat bagi seorang yang menderita suatu penyakit berdasarkan Al-Quran dan hadists serta hukum-hukum tentang bagaimana anjuran Islam dalam memilih pengobatan yang baik. Bagi para akademisi, disarankan untuk terus mengembangkan penelitian tentang penggunaan metformin dan spironolactone pada polycystic ovarian syndrome.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-4632-FK |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc L Education > L Education (General) R Medicine > RC Internal medicine R Medicine > RG Gynecology and obstetrics R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions: | Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Chemistry |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 09 Feb 2021 02:24 |
| Last Modified: | 04 May 2026 04:18 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/3911 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
