Syam, Tri Angelia (2014) HEPCIDIN SEBAGAI BIOMARKER NON INVASIF UNTUK HISTOLOGI SIROSIS PADA HEPATITIS C DITINJAU DARI KEDOKTERAN DAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
Preview |
Text
COVER--1102008256.pdf Download (17kB) | Preview |
Preview |
Text
ABSTRAK--1102008256.pdf Download (7kB) | Preview |
Preview |
Text
BAB 1--1102008256.pdf Download (105kB) | Preview |
Preview |
Text
DAFTAR PUSTAKA--1102008256.pdf Download (170kB) | Preview |
![]() |
Text
BAB 2--1102008256.pdf Restricted to Registered users only Download (534kB) |
![]() |
Text
BAB 3--1102008256.pdf Restricted to Registered users only Download (503kB) |
![]() |
Text
BAB 4--1102008256.pdf Restricted to Registered users only Download (93kB) |
![]() |
Text
BAB 5--1102008256.pdf Restricted to Registered users only Download (224kB) |
Abstract
Infeksi virus hepatitis C (HCV) merupakan penyebab utama dari penyakit hati kronis. Diperkiraan kurang lebih 170 juta orang terinfeksi di seluruh dunia. Di Amerika Serikat dijumpai sekitar 3 juta orang terinfeksi. Sekitar 20 % pasien dengan HCV kronis dapat berkembang menjadi sirosis dan sekitar 3-7 % dapat berlanjut menjadi karsinoma hepatoseluler. Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang hepcidin sebagai petanda histologi sirosis pada hepatitis C ditinjau dari segi kedokteran dan Islam. Hepcidin didapatkan pada darah penderita Hepatitis C dan dapat digunakan sebagi pengangti biopsi hati sebagai biomarker untuk menilai derajat sirosis dengan cara yang non invasif. Deteksi hepcidin pada darah berfungsi sebagai penentu pemberian terapi anti virus. Dalam Islam pemeriksaan hepcidin sebagai biomarker non invasif histologi sirosis pada Hepatitis C diperbolehkan karena diketahui bermanfaat sebagai penentu pemberian obat anti virus dan prognosisnya, tidak menimbulkan kemudharatan dan dari teknik pemeriksaan tidak melanggar syariat Islam. Kedokteran dan Islam sependapat bahwa pemeriksaan hepcidin diperbolehkan. Saran kepada para ahli kedokteran dan peneliti untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya perkembangan terbaru mengenai petanda tumor dan mulai meneliti hepcidin sebagai petanda histologi sirosis di Indonesia guna memungkinkan pengambilan keputusan pengobatan yang lebih baik. Kepada tokoh agama diharapkan dapat memberikan penjelasan tentang pentingnya menjaga kesehatan tubuh kepada masyarakat, serta selalu menganjurkan masyarakat yang menderita penyakit untuk selalu berikhtiar dan berdoa kepada Allah SWT terhadap penyakit yang dideritanya dan mencari pengobatan yang terbaik demi kesembuhan penderitanya yang sesuai syariat Islam.
Item Type: | Thesis (Diploma) |
---|---|
Additional Information: | S-4560-FK |
Uncontrolled Keywords: | hepatitis C, HCV kronis, karsinoma hepatoseluler. |
Subjects: | L Education > L Education (General) R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine R Medicine > RC Internal medicine R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
Date Deposited: | 09 Feb 2021 02:24 |
Last Modified: | 24 Jan 2025 06:43 |
URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/3848 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |