Rizki, Alfiatur (2014) HUBUNGAN ANTRA MENSTRUASI DENGAN EKSASERBASI AKNE VULGARIS PADA REMAJA DITINJAU DARI KEDOKTERAN DAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
Preview |
Text
S 4420 FK_COVER.pdf Download (108kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4420 FK_LEMBAR PERSETUJUAN.pdf Download (176kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4420 FK_ABSTRAK.pdf Download (149kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4420 FK_BAB 1.pdf Download (183kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4420 FK_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (188kB) | Preview |
|
Text
S 4420 FK_BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (502kB) |
|
|
Text
S 4420 FK_BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (640kB) |
|
|
Text
S 4420 FK_BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (167kB) |
|
|
Text
S 4420 FK_BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (217kB) |
Abstract
Haid atau menstruasi adalah pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan perdarahan dan terjadi berulang setiap bulan kecuali pada saat kehamilan. Menstruasi merupakan masa reproduktif pada kehidupan seorang wanita, dimulai dari menarche sampai terjadinya menopause. Akne vulgaris merupakan suatu gangguan dari unit pilosebasea yang umum dijumpai, dapat sembuh sendiri dan terutama ditemukan pada remaja. Akne vulgaris ditandai dengan adanya papul folikular non inflamasi (komedo) dan adanya papul inflamasi, pustul pustul dan nodul pada bentuk yang berat. Pada periode menstruasi kulit menjadi lebih berminyak dan dapat menimbulkan akne premenstrual. Kulit berminyak tersebut mencerminkan peningkatan aktivitas kelenjar sebasea. Aktivitas kelenjar sebasea yang meningkat dipengaruhi oleh hormon androgen, tetapi pada wanita hormon androgen tidak meningkat pada sekitar periode menstruasi. Akne vulgaris saat menstruasi pada wanita lebih berhubungan dengan kadar hormon estrogen yang sangat rendah tepat sebelum dan selama periode menstruasi. Estrogen dapat menurunkan kadar gonadotropin yang berasal dari kelenjar hipofisis. Hormon gonadotropin mempunyai efek menurunkan produksi sebum. Hal ini menyebabkan pada periode menstruasi perempuan lebih banyak menderita akne vulgaris maupun eksaserbasinya.Islam memandang bahwa menstruasi dalam Islam disebut dengan haid. Haid merupakan fitrah yang normal bagi wanita. Bagi wanita yang mengalami menstruasi atau haid, apabila terjadi timbulnya jerawat maka hendaknya dilakukan pengobatan. Didalam upaya pengobatan, Islam memerintahkan agar bertanya kepada ahlinya atau yang mengetahui. Sebagaimana firman Allah SWT: “Makabertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui” (QS. An-Nahl (16): 43). Oleh karena itu diharapkan bagi remaja putri untuk lebih menjaga kebersihan wajah terutama pada saat sebelum menstruasi sebagai upaya pencegahan timbulnya akne vulgaris, serta bagi para muballigh dalam menyampaikan dakwahnya hendaklah mengajak para muslim untuk berobat apabila sakit dengan obat dan cara pengobatan yang halal.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-4420-FK |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc L Education > L Education (General) R Medicine > RC Internal medicine R Medicine > RG Gynecology and obstetrics R Medicine > RL Dermatology |
| Divisions: | Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Chemistry |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 09 Feb 2021 02:24 |
| Last Modified: | 04 May 2026 02:18 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/3698 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
