Maryudhiyanto, Liko (2014) PENGARUH ZAT BESI TERHADAP PENYAKIT PARKINSON DITINJAU DARI KEDOKTERAN DAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
Preview |
Text
S 4416 FK_COVER.pdf Download (182kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4416 FK_LEMBAR PERSETUJUAN.pdf Download (159kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4416 FK_ABSTRAK.pdf Download (443kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4416 FK_BAB 1.pdf Download (1MB) | Preview |
Preview |
Text
S 4416 FK_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Penyakit Parkinson adalah suatu penyakit degeneratif pada sistem saraf (neurodegeneratif) yang bersifat progresif, ditandai dengan gangguan gerakan, tremor pada saat istirahat, kesulitan pada saat memulai pergerakan, dan rigiditas. Penyakit Parkinson pertama kali diuraikan dalam sebuah monograf oleh James Parkinson, seorang dokter di London, Inggris, pada tahun 1817. Penyakit Parkinson terjadi di seluruh dunia, jumlah penderita antara pria dan wanita seimbang. 5 10% orang yang terjangkit penyakit Parkinson, gejala awalnya muncul sebelum usia 40 tahun, tapi rata-rata menyerang penderita pada usia 65 tahun. Secara keseluruhan, pengaruh usia pada umumnya mencapai 1 % di seluruh dunia dan 1,6 % di Eropa, meningkat dari 0,6 % pada usia 60-64 tahun sampai 3,5 % pada usia 85 - 89 tahun. - Salah satu pemicu yang dapat menyebabkan penyakit Parkinson adalah zat besi. Zat besi merupakan salah satu mineral penting yang dibutuhkan tubuh manusia. Fungsi dari zat besi adalah mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Zat besi bergabung dengan oksigen di dalam paru-paru dan melepaskan oksigen dalam darah yang memerlukan. Zat besi digunakan dalam pembentukan hemoglobin. Zat besi yang berlebihan dan menumpuk pada substantia nigra dapat menghasilkan radikal bebas yang dapat memicu penyakit Parkinson Asupan zat besi yang berlebihan merupakan penyebab terakumulasinya besi dalam substantia nigra. Dalam Islam, memakan sesuatu yang berlebihan atau berperilaku berlebihan merupakan hal yang dilarang. Allah SWT menciptakan segala sesuatu dan menentukan kadarnya. Kehidupan akan menjadi harmonis dan serasi jika semua sesuai dengan takarannya. Kelebihan dan kekurangan bisa menjadi ancaman serius bagi keseimbangan. Kelebihan bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Kedokteran dan Islam dalam hal ini sejalan terhadap pengaruh penumpukan zat besi terhadap penyakit Parkinson yang merupakan bentuk dari kulu wasrobu wa latusrifu, yaitu menjalankan konsep hidup sehat dengan cara tidak berlebihan dalam makan dan minum. Sebagaimana konsep hidup sehat yang Islami yang sudah Allah SWT atur dalam Al-Quran juga Hadist. Dengan melaksanakan konsep hidup sehat yang Islami maka kita juga menjaga karunia Allah SWT sebagai wujud rasa syukur.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-4416-FK |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc L Education > L Education (General) Q Science > QP Physiology R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RC Internal medicine |
| Divisions: | Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Chemistry |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 09 Feb 2021 02:24 |
| Last Modified: | 27 Apr 2026 04:55 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/3694 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
