Gustriwati, Anne (2014) NYERI PADA FIBROMIALGIA SEBAGAI MANIFESTASI PSIKOSOMATIK DITINJAU DARI KEDOKTERAN DAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
Preview |
Text
S 4412 FK_COVER.pdf Download (91kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4412 FK_LEMBAR PERSETUJUAN.pdf Download (120kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4412 FK_ABSTRAK.pdf Download (97kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4412 FK_BAB 1.pdf Download (142kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4412 FK_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (140kB) | Preview |
|
Text
S 4412 FK_BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (673kB) |
|
|
Text
S 4412 FK_BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (394kB) |
|
|
Text
S 4412 FK_BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (74kB) |
|
|
Text
S 4412 FK_BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (99kB) |
Abstract
Manusia yang sehat tidak hanya sehat jasmani, tetapi juga sehat rohani. Sehingga tubuh sehat dan ideal dari segi kesehatan meliputi aspek fisik, mental dan sosial dan tidak hanya bebas dari penyakit. Semua aspek tersebut akan mempengaruhi penampilan atau performance setiap individu, dalam melakukan aktivitas sehari-hari seperti bekerja, berkarya, berkreasi dan melakukan hal-hal produktif serta bermanfaat. Stres adalah kondisi yang dihasilkan ketika seseorang berinteraksi dengan lingkungan yang kemudian merasakan suatu pertentangan, stres akan menganggu system hemostasis tubuh yang berakibat terhadap gejala fisik dan psikologis (Rippetoe-Kilgore). Pengelolaan stres adalah cara seseorang mampu mengelola tubuh terhadap stressor psikososial berupa tekanan mental atau beban kehidupan. Gangguan psikosomatik adalah gangguan atau penyakit dengan gejala-gejala yang menyerupai penyakit fisik dan diyakini adanya hubungan erat antara suatu peristiwa psikososial tertentu dengan timbulnya gejala-gejala tersebut. Ada tujuh faktor penyebab berbagai gangguan psikosomatik, yaitu conflict, organ language, motivation, past experience, identification, selfpunishment, suggestion/imprint. Karena psikosomatik adalah penyakit yang disebabkan oleh proses psikis yang dialami sehingga berpengaruh terhadap fisik maka self-theory yang dikatakan oleh Carl Roger menjadi penting bahwa yang mengetahui dirinya sendiri bukan orang lain. Penyembuhan seseorang akibat gangguan psikosomatik ini tidak hanya berupa obat-obatan yang disesuaikan dengan gejala yang timbul tapi juga dengan menganjurkan pola hidup yang sehat dan meningkatkan ibadah. Selain itu berupa anjuran memperbaiki lingkungan dalam keluarga, sosial ekonomi dan juga di lingkungan pekerjaan. Kedokteran dan Islam saling mendukung satu sama lain. Islam mengajarkan setiap manusia dalam menerima cobaan dan ujian dari Allah dengan cara sabar dan ikhlas maka manusia itu akan selalu bersyukur dalam setiap keadaan. Melalui ibadah manusia akan menjalin hubungan lebih dekat dengan pencipta-Nya dan memiliki ketenangan jiwa sehingga mampu mengelola stres. Ilmu medis mengakui bahwa apabila hati dan fikiran seorang tenang maka akan menghasilkan pikiran positif dalam menghadapi stresor yang ada dan merupakan salah satu cara pencegahan gangguan psikosomatik.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-4412-FK |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc L Education > L Education (General) R Medicine > RC Internal medicine R Medicine > RD Surgery R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions: | Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Chemistry |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 09 Feb 2021 02:24 |
| Last Modified: | 27 Apr 2026 03:56 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/3690 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
