Rizki Mujahid, Arina (2014) DIALECTICAL BEHAVIOR THERAPY SEBAGAI TERAPI BORDERLINE PERSONALITY DISORDER DITINJAU DARI KEDOKTERAN DAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
Preview |
Text
S 4410 FK_COVER.pdf Download (69kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4410 FK_LEMBAR PERSETUJUAN.pdf Download (139kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4410 FK_ABSTRAK.pdf Download (120kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4410 FK_BAB 1.pdf Download (169kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4410 FK_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (170kB) | Preview |
|
Text
S 4410 FK_BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (350kB) |
|
|
Text
S 4410 FK_BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
S 4410 FK_BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (164kB) |
|
|
Text
S 4410 FK_BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (137kB) |
Abstract
Gangguan Kepribadian Ambang (G.K.Ambang) atau borderline personality disorder adalah suatu gangguan kepribadian yang ditandai tidak stabilnya hubungan interpersonal, citra diri dan impulsif. Pasien G.K.Ambang tidak stabil dalam emosi, pikiran, hubungan, identitas dan perilaku. Mereka kesulitan untuk berhubungan dengan orang lain, keluarga, dunia kerja, dunia sekitarnya, dan masalah sosial. Gangguan kepribadian ini lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Diperkirakan angka kejadian G.K.Ambang di Indonesia cukup tinggi karena gangguan kepribadian ini ditandai oleh perilaku agresif dan impulsif yang biasanya banyak terdapat pada individu dengan perilaku kekerasan. Gangguan kepribadian ini sering ditemui pada kaum remaja dan dewasa di bawah 40 tahun. Prevalensi G.K.Ambang pada populasi umum adalah 0.2-1.8%. Di Inggris dan Swedia gangguan kepribadian yang paling sering adalah ambang dan antisosial. Etiologi G.K.Ambang di antaranya adalah genetik, riwayat kekerasan, dan neurobiologi. Dialectical Behavior Therapy adalah sebuah terapi berdasarkan penerimaan dan perubahan. Di sisi penerimaan, dokter memahami, memberikan rasa hangat dan kenyamanan untuk pasien. Di sisi perubahan, dokter tetap mendorong pasien untuk mengubah emosi dan perilakunya dengan beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Pada DBT, dokter dan pasien akan bersama-sama mendiskusikan masalah yang dihadapi dan mencari penyelesaiannya. Islam mengajarkan umatnya untuk berdiskusi di saat terdapat masalah atau perbedaan pendapat. Diskusi harus disampaikan secara baik dan dengan bahasa yang baik dan halus.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-4410-FK |
| Uncontrolled Keywords: | Gangguan Kepribadian Ambang, Dialectical Behavior Therapy, adaptasi |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc L Education > L Education (General) R Medicine > RC Internal medicine R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions: | Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Chemistry |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 09 Feb 2021 02:24 |
| Last Modified: | 27 Apr 2026 03:33 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/3688 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
