Ahmad, Haryadi (2014) PEMERIKSAAN POST MORTEM UNTUK MENENTUKAN USIA DAN PENYEBAB KEMATIAN DARI JANIN/FETUS YANG SUDAH MUMIFIKASI DITINJAU DARI SEGI KEDOKTERAN DAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
Preview |
Text
S 4389 FK_COVER.pdf Download (90kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4389 FK_SURAT PERSETUJUAN.pdf Download (187kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4389 FK_ABSTRAK.pdf Download (89kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4389 FK_BAB 1.pdf Download (141kB) | Preview |
Preview |
Text
S 4389 FK_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (96kB) | Preview |
|
Text
S 4389 FK_BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (203kB) |
|
|
Text
S 4389 FK_BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (270kB) |
|
|
Text
S 4389 FK_BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (105kB) |
|
|
Text
S 4389 FK_BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (116kB) |
Abstract
Mumifikasi adalah modifikasi dari proses dekomposisi tubuh manusia dengan karakteristik penampakan tubuh yang kering, berwarna coklat, kadang disertai bercak warna putih, hijau atau hitam yang dibentuk oleh koloni jamur. Pengeringan menyebabkan kulit tampak tertarik terutama pada tonjolan tulang, seperti pada pipi, dagu, tepi iga dan panggul Tujuan umum dari skripsi ini adalah untuk mengetahui peranan pemeriksaan postmortem untuk menentukan usia dan penyebab kematian dari janin/fetus yang sudah mumifikasi ditinjau dari kedokteran dan Islam. Menurut ilmu kedokteran, mempelajari fetus yang telah termumifikasi secara natural menggunakan multislice computed tomography (MSCT). Perangkat ini memungkinkan untuk menentukan umur kehamilan, melakukan pemeriksaan tukang secara menyeluruh dari fetus dan menyingkirkan malformasi. Full-body multislice computed tomography (MSCT) dilakukan untuk tujuan otopsi yang dilakukan untuk memeriksa tulang-tulang dan organ-organ internal. Umur dari mayat tersebut diukur dari panjang tulang femoral dan tibial dan memeriksa tulang temporal dan occipital. Menurut Agama Islam, sangat memuliakan jiwa dan jasad seseorang muslim, bahkan sesudah wafat sekalipun. Sehingga, segala perbuatan yang tidak menghormati jenazah seorang muslim sesuatu yang dilarang. Di dalam hukum otopsi, terdapat berbagai pendapat para ulama. pendapat pertama, menyatakan haram dan pendapat kedua, mengatakan bahwa otopsi itu, hukumnya mubah, karena jika ditinjau dari tujuannya, otopsi dapat sebagai media atau perangkat penelitian untuk kemajuan bidang kedokteran dan juga sebagai media untuk mengungkap kebenaran dan keadilan dalam hukum yang sesuai dan tidak bertentangan dengan hukum Allah SWT.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-4390-FK |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc L Education > L Education (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1001 Forensic Medicine. Medical jurisprudence. Legal medicine R Medicine > RB Pathology R Medicine > RJ Pediatrics |
| Divisions: | Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Chemistry |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 09 Feb 2021 02:24 |
| Last Modified: | 23 Jun 2026 04:44 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/3668 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
